Breaking News:

Virus Corona

Menag: Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jadi Penanda Dibukanya Jemaah Umum

pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal akan menerapkan standar protokol kesehatan dalam masa tatanan kenormalan baru atau new normal.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) jika nantinya Masjid Istiqlal dibuka untuk umum saat tatanan kenormalan baru (new normal) diberlakukan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menyebut Masjid Istiqlal akan dibuka kembali untuk jemaah umum, bertepatan dengan pelaksanaan salat Idul Adha yang diperkirakan dilaksanakan pada 31 Juli 2020.

Fachrul menjelaskan, pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal akan menerapkan standar protokol kesehatan dalam masa tatanan kenormalan baru atau new normal. 

"Salat Idul Adha tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal, sebagai awal dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk jemaah umum," kata Fachrul saat rapat dengan Komisi VIII DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca: Pihak Masjid Istiqlal Tunggu Keputusan Imam Besar soal Pelaksanaan Salat Idul Adha

Diketahui, Kemenag akan melaksanakan sidang isbat penentuan awal Zulhijah pada 21 Juli 2020 dengan sistem pelaporan rukiyatul hilal melalui live streaming. 

Terkait penyembelihan hewan kurban di masa kenormalan baru, kata Facrul, Kemenag telah mengeluarkan surat edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 untuk memberikan panduan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan secara gotong royong dan berkerumum dalam satu lokasi. 

Oleh sebab itu, kata Fachrul, untuk tahun ini perlu diterapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian. 

"Diperlukan langkah aplikatif dan efektif untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan Covid-19 di tempat penyembelihan hewan kurban," kata Fachrul. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved