Breaking News:

Virus Corona

Kawasan Padat Penduduk Dikhawatirkan Jadi Kawasan Rawan Penyebaran Covid-19

Indonesia saat ini menempati urutan ke-4 sebagai negara dengan penduduk perkotaan tertinggi.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi: Suasana kawasan padat penduduk di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2020). Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali menggelar rapid test Covid-19 di permukiman padat penduduk untuk mengantisipasi pergeseran kasus virus corona (Covid-19) yang dari awalnya kelompok ekonomi tinggi ke kelompok ekonomi rendah sehubungan dengan tingginya kasus tersebut di permukiman padat penduduk. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kawasan pemukiman padat penduduk dikhawatirkan akan menjadi kawasan baru yang rawan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Karena itu, potensi penyebarannya di kawasan padat pemukiman perlu diwaspadai.

Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, di Live Discussion Urgensi Penanganan Permukiman Padat Penduduk Menghadapi Covid-19, Kamis (9/7/2020) menyatakan, saat ini penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan mencapai 55 persen seiring dengan tren global di mana kota menjadi magnet urbanisasi bagi masyarakat untuk mencari sumber penghidupan dan memicu migrasi penduduk.

Namun ketersediaan lahan yang terbatas dan mahal membuat penyediaan hunian untuk para penduduk migran di perkotaan menjadi problem tersendiri.

Baca: Masih Percaya Covid-19 Konspirasi Elite Global? Farhan Sebut Presiden Brasil pun Terpapar Corona

Baca: Pasien Covid-19 Nekat Lompat dari Lantai 3 Gedung RS Demak Karena Tak Betah Dirawat

Baca: Bayu Krisnamurthi: Flu Burung Tak Ada Apa-apanya Dibanding Covid-19

“Kawasan perkotaan seperti DKI Jakarta yang paling maju (di Indonesia) juga mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan seperti perumahan yang belum memadai,” jelasnya.

Data Bappenas menunjukkan, 40 persen penduduk di perkotaan tinggal di hunian yang belum layak dengan akses air minum dan sanitasi yang tidak memadai, termasuk kendala pengelolaan sampah dan drainase yang belum baik.

Indonesia saat ini menempati urutan ke-4 sebagai negara dengan penduduk perkotaan tertinggi. Saat ini, lebih dari setengah atau 55 persen populasi Indonesia hidup di perkotaan.

Di tahun 2045 nanti populasi penduduk kota diperkirakan akan meningkat 63,8 juta dari tahun 2015 dimana 67,1% nya tinggal di perkotaan.

Masyarakat di permukiman kumuh memiliki resiko kesehatan yang cukup besar disebabkan oleh kondisi layanan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi yang tidak memadai.

Dengan permasalahan semacam itu, kawasan pemukiman padat juga berpotensi menjadi pusat penyebaran penyakit dan wabah. Selama ini wabah penyakit seperti TBC, demam berdarah dan diare kerap ditemukan di kawasan padat penduduk di perkotaan.

Hasil kajian Economic Impact of Sanitation in Indonesia Tahun 2008 menunjukan, kondisi sanitasi yang buruk (termasuk rendahnya penerapan PHBS) menyebabkan setidaknya 120 juta kasus diare dan 50.000 kematian bayi prematur setiap tahunnya.

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved