Breaking News:

Virus Corona

Tenaga Medis Covid-19 di Kalteng Sampaikan Keluhan Kepada Jokowi: Kekurangan Obat Hingga Intimidasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau posko penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau lokasi Food Estate di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau posko penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut sejumlah tenaga medis menyampaikan keluhannya dalam penanganan pasien Corona kepada Presiden.

Misalnya dari tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Doris Sylvanus Palangkaraya yang mengeluhkan kelangkaan salah satu obat untuk menangani Covid-19.

Baca: Dihujat Warganet, Jeff Bezos Kembali Pecahkan Rekor Kekayaannya di Tengah Pandemi Covid-19

"Kami dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr Doris Sylvanus Palangkaraya melaporkan kami sekarang di laboratorium mikrobiologi klinik di RS pemeriksaan rujukan sampel dari berbagai RS kabupaten dan kota, untuk pengobatan kami ingin agar kriteria ringan, sedang, cepat sembuh kalau ada, apabila memungkinkan ada satu obat yang sulit sekali mencari, ada distributor tapi untuk mendapatkan sulit sekali," katanya.

Selain itu, Dokter Efraim Bering dari Rumah Sakit Murjani Sampit mengeluhkan tidak adanya mesin PCR (polimerase chain reaction) untuk uji swap Covid-19.

Selama ini spesimen Covid-19 dikirimkan ke Surabaya untuk diuji.

Baca: Respons Doni Monardo Sikapi Lonjakan Kasus Baru Positif Covid-19 di Sejumlah Daerah

"Kami salah satu RS rujukan di Kalteng, kendala yang kami hadapi, kami tidak punya alat PCR, jadi kami mohon dengan hormat bisa dibantu alat PCR beserta reagennya karena percuma kita tracing-tracing terus tapi untuk mendiagsonanya tidak ada alatnya, awalnya kami kirim ke Surabaya, Banjar Baru," katanya.

Sementara itu Dokter Erwin Kristianto dari RSUD Jaraga Sasameh Kalteng mengeluhkan adanya penolakan dan stigma negatif dari masyarakat, pasien, dan keluarga pasien dalam menangani Covid-19.

"Terkadang intimidasi langsung dan tidak langsung saat menangani pasien di Buntok, Kalteng. Bagaimana dari pemerintah melindungi dari tenaga kesehatan walau kami bukan RS rujukan, dari RS Satelit Barito Selatan untuk menjalankan amanat pemerintah menjalankan penanganan Covid-19," ujarnya.

Baca: 1.262 Kasus Positif Covid-19 di Jabar Berasal Dari Klaster Secapa TNI AD Bandung, Kini Diisolasi

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved