Virus Corona

Cerita Bripka Eman Polisi di Mamuju Jadi Relawan Penggali Kubur Jenazah Covid-19

Seorang anggota Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi seorang relawan penggali kubur jenazah pasien virus corona atau Covid-19 di TPU Kasiwa Timur.

Editor: Adi Suhendi
ist/ tribuntimur.com
Bripka Eman mengenakan baju hitam dan senter di kepala sebagai penerang saat menggali liang kubur jenazah Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Seorang anggota Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi seorang relawan penggali kubur jenazah pasien virus corona atau Covid-19 di TPU Kasiwa Timur.

Bripka Eman, mengaku terpanggil karena alasan kemanusiaan untuk membantu pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Meski proses pemakaman kerap berlangsung hingga subuh hari karena mendapat penolakan dari warga setempat, ia bersama petugas pemakaman tetap bekerja dengan sepenuh hati.

Ia pun menceritakan bagaimana awalnya bisa menjadi relawan.

Baca: Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa TNI AD Positif Covid-19, Bermula Dari 2 Siswa Berobat

“Saya baca salah satu grup WhatsApp, sebelumnya saya sempat baca komentar bahwa tidak ada penggali, sudah larut malam, juga takut disentimen oleh masyarakat atau stigma negatif, serta takut resistensi dalam kondisi adanya penolakan oleh masyarakat setempat di TPU tersebut," katanya, Sabtu (11/7/2020).

"Disitu berbunyi dibutuhkan relawan menggali liang lahat untuk pasien Covid-19. Salah satu yang bersedia adalah senior saya di Pramuka Saka Bhayangkara, sehinga saya juga merasa terpanggil untuk ikut membantu,” lanjutnya.

Dikatakan, proses penggalian untuk makam bukan hal mudah.

Baca: Sebelum Terbang, Simak Prosedur Layanan Rapid Test Covid-19 di Lion Air Group

Ia dan petugas pemakaman lainnya sampai tiga kali berpindah-tempat untuk pemakaman jenazah.

Pertama, setelah galian mencapai 50 sampai 60 cm ada bongkahan batu besar, sehingga tempat pemakaman pun dipindah ke tempat lain.

Di tempat kedua, tiba-tiba datang seorang warga menolak posisi lubang tersebut karena dianggap terlalu dekat dengan permukiman warga.

Hingga akhir ia menggali liang lahat di tempat lainnya hingga akhirnya jenazah bisa dimakamkan.

"Hal ini yang membuat relawan penggali kelelahan dan memakan waktu yang cukup panjang sampai subuh," ujarnya.

"Galian ini selesai pas waktu subuh masuk, masjid-masjid di sekitar sudah bershalawat, akhirnya kami istrahat, dan menyerahkan liang lahat tersebut ke Tim Gugus Tugas Covid-19, mereka berpakain APD lengkap, merekalah yang melakukan proses pemakaman," cerita Eman.

Baca: KSAD: Dari 1.280 Orang Positif Covid-19 di Secapa TNI AD, 991 Di Antaranya Perwira Siswa

Diketahui pasien Covid-19 yang meninggal yakni kasus 125 inisial RA warga Jalan Tuna Mamuju sekitar pukul 18.30 Wita, Jumat (10/7/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved