Breaking News:

Virus Corona

Adaptasi Kebiasaan Baru, Stafsus Presiden Gelar Rapid Test di Ponpes As-Shidiqiyah

Staf Khusus Presiden menggelar pelaksanaan Rapid Test di Pondok Pesantren As Shidiqiyah 2, Batu Ceper, Tangerang.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi rapid test. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden menggelar pelaksanaan Rapid Test di Pondok Pesantren As Shidiqiyah 2, Batu Ceper, Tangerang.

Ponpes di bawah pimpinan Al Hafizh KH. Muhammad Ulil Abshor Lc. tersebut didirkan Dr. KH. Noer Iskandar SQ, dan hingga kini sudah berdiri 13 cabang di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, dengan menguji cepat 200 orang dewan asatidz dan 300 orang santri dan santriwati yang baru masuk pondok usai libur panjang.

Baca: Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Gus Jazil Dorong Rapid Test Santri Gratis

Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf berpesan agar para santri bisa cepat beradaptasi dengan kebiasaan baru dan menjalankan protokol kesehatan.

Kegiatan ini merupakan salah satu entitas yang membutuhkan penyesuaian banyak dengan adaptasi kebiasaan baru pandemi.

Baca: Sebelum Terbang, Simak Prosedur Layanan Rapid Test Covid-19 di Lion Air Group

"Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita ingin memastikan agar santri santri, dewan asatidz, dan wabil khusus pimpinan pondok dalam keadaan sehat. Ini juga ikhtiar kita bersama untuk memutus rantai penyebaran covid-19, dan pesantren tetap aman dan produktif berkegiatan", kata Aminuddin Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

"Kegiatan ini insyaallah akan terus kita lakukan agar Pesantren Pesantren bisa lebih tenang dalam menjalankan proses belajar mengajar dan tafaqquh fid diin", tambahnya.

Sementara KH. Muh Ulil Abshor yang biasa dipanggil Gus Aab juga berpesan agar para santri menjaga kesehatan, sehingga bisa fokus dalam aktivitas menuntut ilmu.

Sebelum santri datang ke Pesantren juga, Gus Aab sebagai pengasuh pondok sudah menyeru kepada para santri untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

"Jadi santri santri selama libur kita minta karantina mandiri dulu selama 14 hari, tidak keluar rumah, agar ketika datang ke Pesantren insyaallah aman dari potensi penyebaran virus", tutur Gus Aab.

Gus Aab juga menyampaikan, terima kasih kepada Staf Khusus Presiden atas fasilitas Rapid Test dan juga bantuan-bantuan yang diberikan.

Selain seperangkat alat Rapid, Staf Khusus Presiden juga menyerahkan bantuan hand sanitizer, masker, dan vitamin c untuk membantu santri menjalankan protokol kesehatan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved