Breaking News:

Virus Corona

Kasus Positif Covid-19 di Jawa Timur Lebih Banyak di Tempat Kerja Dibanding Pasar

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat ada 141 klaster penularan virus corona dan 2004 kasus di Provinsi Jawa Timur.

Gugus Tugas Nasional/M Arfari Dwiatmodjo
Doktor Dewi Nur Aisyah, Tim Pakar GTPPC-19 Nasional. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat ada 141 klaster penularan virus corona dan 2004 kasus di Provinsi Jawa Timur.

Kasus positif yang terdapat di tempat kerja mencapai 272 kasus dengan jumlah 20 klaster.

Jumlah kasus di tempat kerja lebih banyak dibanding pasar.

"Di tempat kerja ini ada 20 klaster sampai 272 kasus. Lebih tinggi dari pasar secara jumlah kasus tapi klasternya lebih sedikit. Itu artinya penularan di tempat itu lebih tinggi," ujar Anggota Tim Pakar Informatika Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca: Masyarakat Dinilai Sudah Tak Takut Covid-19, DPRD Minta Anies Kembali Perketat PSBB

Dewi menduga penularan Covid-19 di lingkungan kerja menjadi tinggi karena interaksi sesama pegawai saat bekerja.

Serta penggunaan transportasi umum saat pergi kerja.

"Jadi sebenarnya protokol kesehatan sudah diterapkan, tapi ada titik kritis yang pertama pada saat makan, nggak mungkin pakai masker. Kalau makan masih ngobrol kanan kiri. Ini yang menimbulkan penularan di kantor," jelas Dewi.

Baca: Pertunjukan Teater di Jepang Jadi Klaster Baru Covid-19, 800 Lebih Penonton Diminta Tes Swab

Sementara berdasarkan jumlah klaster, pasar menjadi tempat terbanyak.

Tercatat ada 31 klaster dengan jumlah 199 kasus di pasar.

Penularan melalui transmisi lokal menempati jumlah kasus dan klaster terbanyak yakni 34 klaster kabupaten kota dengan 686 kasus.

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved