Breaking News:

Virus Corona

Presiden Puji Pemprov DIY dalam Tangani Covid-19 

Meskipun demikian presiden mengapresiasi kinerja pemerintah daerah lainnya dalam penanganan Pandemi Covid-19.

Twitter/jokowi
Jokowi memerintahkan untuk menyiapkan sanksi lantaran protokol kesehatan dinilai tidak dilakukan secara disiplin. Mulai dari denda hingga kerja sosial. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji Pemerintah Daerah Yogyakarta yang dinilai berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan presiden dalam rapat bersama kepala daerah membahas percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dikutip dari halaman resmi Sekretariat Kabinet, Rabu, (15/7/2020). 

"Memang DIY (D.I. Yogyakarta) yang paling baik, Pak Wagub,. Bangka Belitung, juga masuk, ini  yang 5 besar yang baik,  Bangka Belitung, Pak Gubernur Aceh juga masuk, yang ketiga. Sumbar juga masuk, Sumbar, dan Gorontalo," kata Presiden.

Menurut Presiden penilaian tersebut berdasarkan parameter Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca: Sebaran Virus Corona di Indonesia Rabu (15/7/2020): 261 Kasus Baru di Jateng, 260 di DKI Jakarta

Meskipun demikian presiden mengapresiasi kinerja pemerintah daerah lainnya dalam penanganan Pandemi Covid-19

"Tapi yang lain saya lihat juga pengendaliannya baik. Saya tadi baru berbicara misalnya dengan Pak Gubernur Mandacan (Dominggus Mandacan) – Papua Barat, pengendaliannya yang sembuh banyak dan yang meninggal 4 (orang)," katanya.

Presiden mengatakan bahwa target negara-negara dunia dalam menghadapi Pandemi Covid adalah menekan angka kematian. Selain itu yakni meningkatkan angka kesembuhan. Karena menurut Presiden mengendalikan penyebaran Covid-19 sangat sulit.

"Dua ini yang sekarang dikejar oleh negara-negara di dunia karena apa, mengendalikan Covid-19-nya, kasus positifnya sangat sulit, penekanannya ada di dua hal itu. Tapi kalau bisa tiga-tiganya, kasus positifnya turun," kata Presiden.

Menurut Presiden mengendalikan penyebaran Covid-19, seraya menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan bukanlah perkara gampang.

"Bukan barang yang gampang tapi sekali lagi, ini bukan barang yang gampang," katanya.

Oleh karena itu Presiden meminta para kepala daerah untuk bekerja extra ordinary. Dalam menghadapi Pandemi menurutnya, bekerja tidak bisa dilakukan biasa-biasa saja. 

"Eggak bisa kita dalam situasi seperti ini kita kerja normal-normal, dalam situasi seperti ini kita kerja biasa-biasa, enggak bisa. Percaya saya, enggak bisa. Semuanya harus ganti channel semuanya, enggak bisa kita normal-normal, channel-nya harus ganti semuanya. Dari channel ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari channel yang cara kerja bertele-tele, rumit ke cara-cara kerja yang cepat dan sederhana. Semuanya harus diubah seperti itu," kata Presiden.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved