Breaking News:

Virus Corona

Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19, Bintan Siapkan Protokol Kesehatan untuk Sektor Pariwisata

Pemkab Bintan memfokuskan pada tracking di pintu masuk Bintan, sebab tujuh kasus positif Covid-19 di Bintan karena transit case dari luar Bintan.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi: Taman wisata budaya dan hutan mangrov Grand Maerakaca mengadakan simulasi penerapan new normal bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan para pegiat wisata yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2020). Disbudpar langsung memberikan izin rekomendasi, sehingga mulai Jumat ini Grand Maerakaca langsung membuka operasionalnya kembali. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor pariwisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, mulai menyiapkan protokol kesehatan selama adaptasi baru meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Ini bagi kami sangat penting bagaimana memastikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat dan Covid-19 dapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Kami bersyukur dapat menghindari dari beberapa kasus yang ada di Bintan, bahwa hari ini Bintan nol kasus," kata Bupati Bintan Apri Sujadi dalam siaran BNPB, Minggu (19/7/2020).

Pemkab Bintan melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bintan memfokuskan pada tracking di pintu masuk Bintan, sebab menurut Apri, tujuh kasus positif Covid-19 di Bintan karena transit case dari luar Bintan.

"Terkait dengan siapa pun yang masuk ke wilayah kami, ini harus menjadi perhatian dari petugas-petugas kita," lanjutnya.

Baca: Bertahan Hidup saat Pariwisata Meredup

Sementara itu, Grup General Manager Bintan Resort, Abdul Wahab menyebut pandemi Covid-19 sangat memberikan dampak pada usaha wisata di Bintan Resort.

Pada tahun 2019, Wahab mencatat kedatangan tamu ke Bintan Resort kurang lebih sebanyak 1,2 juta orang.

"Januari 2019 kita didatangi oleh 70 ribu orang, Januari tahun ini didatangi 90 ribu. Setelah Februari hingga sekarang, kedatangan tamu itu sangat minim. Mulai April sampai sekarang oleh karena Covid-19 kedatangan tamu kita bisa dihitung pakai jari, kurang dari 10 orang dalam satu minggu, yang tadinya mungkin hampir 20 ribu dalam seminggu," kata Wahab.

Berkurangnya jumlah wisatawan karena adanya pembatasan gerak orang tak hanya di Indonesia, tetapi juga lintas negara.

"Market terbesar kita itu dari Singapura. Jadi promosi yang harus dilakukan itu 3S: Sun, Sea, and Sand. Kita tambah lagi S satu lagi, yakni Senam," lanjut Wahab.

Selain itu, pengecekan kesehatan juga dilakukan tak hanya kepada wisatawan, tetapi juga kepada para karyawan Bintan Resort.

"Saya merasakan tantantan ini tidak akan dilakukan oleh satu orang, tetapi tiga porsi, yaitu regulator yaitu negara, pelaku usaha, dan dibantu masyarakat. Kita harus kerja sama untuk menangani Covid-19," uajr dia.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved