Breaking News:

Virus Corona

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indonesia Libatkan 1.620 Sampel, Diharapkan Selesai Januari 2021

Apabila berhasil menurut dia, maka akan segera dilakukan penyuntikan atau imunisasi yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan

Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Indonesia melalui Perusahaan BUMN Bio Farma menjalin kerjasama dengan Sinovac Biotech dari China dalam pengembangan vaksin Covid-19.  

Koordinator uji klinis vaksin virus corona, Profesor Kusnandi Rusmil mengatakan uji klinis yang memasuki fase ketiga tersebut melibatkan 1.620 sampel. 

Baca: Sosialisasi Covid-19, Kominfo Akan Kembangkan Aplikasi Ramah Bagi Disabilitas

"Sehingga kami sangat optimis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (21/7/2020).

Apabila berhasil menurut dia, maka akan segera dilakukan penyuntikan atau imunisasi yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan petugas pemberian vaksin nanti.

kemenkes juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk masalah penganggaran pemberian vaksin.

"Kemenkes menyiapkan personel untuk melakukan imunisasinya dan juga menyiapkan penganggarannya. Itu kami akan bahas bersama dengan Kementerian Keuangan terutama dan mudah-mudahan semua berjalan lancar dan diridhoi oleh Tuhan yang Maha Esa," katanya.

Sementara itu, Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengatakan bahwa pihaknya mendapat tugas untuk memastikan kapasitas produksi vaksi apabila telah rampung uji klinis pada Januari 2021.

Baca: Pedagang Positif Covid-19, Pasar Asem Reges Jakarta Barat Ditutup dan Disterilisasi

Bio Farma menurutnya sudah menyiapkan kapasitas produksi 100 juta vaksi per tahun.

"Kita akan expand menuju 250 jutta dosis per tahun. Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari, pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved