Breaking News:

Virus Corona

15 Juta Orang di Dunia Sudah Tertular Covid-19

Kasus infeksi virus corona (Covid-19) di dunia melonjak melewati 15 juta, pada Rabu (22/7).

Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM - Kasus infeksi virus corona (Covid-19) di dunia melonjak melewati 15 juta, pada Rabu (22/7).

Di Amerika Serikat, yang memiliki jumlah kasus tertinggi di dunia dengan 3.910.000 kasus, Presiden Donald Trump memperingatkan saat ini mungkin kondisi akan bertambah buruk, sebelum membaik.

Lima negara teratas dengan sebagian besar kasus adalah Brasil, India, Rusia, dan Afrika Selatan.

Baca: Update Corona 22 Juli: Bertambah 1.882, Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 91.751

Baca: Peneliti Temukan Bukti Virus Corona yang Menyebar di Italia Tidak Datang dari China

Namun, perhitungan Reuters menunjukkan penyakit ini bergerak tercepat di Amerika, yang jumlahnya lebih dari setengah kasus infeksi dan setengah kasus kematian di dunia.

Secara global, tingkat kasus baru tidak menunjukkan tanda perlambatan, menurut penghitungan Reuters, berdasarkan laporan resmi.

Setelah kasus pertama Covid-19 dilaporkan di Wuhan, China, pada awal Januari lalu, butuh waktu sekitar 15 minggu untuk mencapai 2.000.000 kasus.

Sebaliknya, hanya butuh waktu delapan hari untuk mencapai angka di atas 15.000.000, dari 13.000.000 tercapai pada 13 Juli. Jumlah kasus corona di dunia mencapai 15.009.213, atau setidaknya tiga kali lipat jumlah penyakit influenza parah yang tercatat setiap tahun, menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO).

Sementara korban tewas lebih dari 616.000 dalam tujuh bulan mendekati kisaran kematian akibat influenza setiap tahun. Data terkini Worldometers, tercatat jumlah kasus Covid-19 mencapai 15.107.327. Sementara korban meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 619.812 kasus dan 9 128.158 orang sembuh di dunia.

Gelombang pertama virus ini masih belum mencapai puncak di beberapa negara. Beberapa negara memberlakukan lockdown dan tindakan sosial ketat, sementara yang lain melonggarkan pembatasan.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved