Breaking News:

DPR Dukung Besarnya Anggaran Vaksin Covid-19, Asal Tepat Sasaran

Komisi IX DPR mendukung rencana pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 21 triliun untuk ketersediaan vaksin Covid-19 pada APBN 2021.

Handout / Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo/AFP
Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo menunjukkan seorang sukarelawan yang menerima vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Cina Sinovac Biotech di Hospital das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo, Brasil, pada 21 Juli 2020. - Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR mendukung rencana pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 21 triliun untuk ketersediaan vaksin Covid-19 pada APBN 2021.

Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi mengatakan, setiap kebijakan yang pro rakyat dan melalui mekanisme yang telah ditentukan, DPR pasti mendukungnya karena sejatinya APBN adalah kesepakatan politik anggaran rakyat.

"Berapapun besaran anggaran yang dibutuhkan, pasti didukung sepanjang mengacu ketentuan perundang-undangan yang ada, kebijakan fiskal yang dialokasikan untuk belanja yang produktif dan prioritas," papar Intan kepada wartawan, Jakarta, Minggu (26/7/2020).

"Serta tepat sasaran dan dibahas bersama dengan DPR sesuai dengan hak budget yang melekat pada DPR," sambung politikus PAN itu.

Menurut Intan, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah terkait ketersediaan vaksinCovid-19 yang saat ini sedang melakukan uji klinis fase ketiga di Indonesia.

"Yang harus dicermati adalah terjaminnya protokol uji klinis yang sesuai proaedur, tidak hanya asal tersedia, pemerintah harus memastikan akses bagi masyarakat, sehingga mencapai coverage untuk mendapatkan community immunity," ucap Intan.

Pemerintah secara resmi mengumumkan adanya kerja sama Bio Farma dengan perusahaan farmasi Sinovac Tech dari Cina untuk melakukan uji klinis fase ketiga di Indonesia.

Uji klinis Sinovac tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain seperti Brazil dan Bangladesh.

Selain uji klinis dengan Sinovac, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan beberapa entitas lainnya.

Intan menilai tentunya pemerintah harus membuka upaya agar ketersediaan vaksin tersebut tidak bergantung pada satu kerja sama saja.

"Juga perlu didorong produksi anak bangsa apalagi Indonesia memiliki perusahaan farmasi plat merah Biofarma yang terpercaya," kata Intan.

Saat ini upaya lain yang sedang dilakukan yaitu kerja sama Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan, PT BCHT Bioteknologi Indonesia dengan China Sinopharm International Corporation, Lembaga Eikjman dengan Kemenkes dan Universitas dengan strain khusus dari Indonesia.

Bio Farma mulai memproduksi vaksin Covid-19 pada awal 2021 dengan kapasitas maksimal 250 juta dosis apabila lolos uji klinis tahap tiga.
--

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved