Breaking News:

Virus Corona

Ketua Satgas: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

Doni Monardo mengatakan, tren penularan virus Corona di Indonesia masih sangat tinggi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Letjen TNI Doni Monardo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, tren penularan virus Corona di Indonesia masih sangat tinggi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Bahkan, Doni mengakui jika rata-rata angka kasus positif di Indonesia perharinya sudah di atas 1.000. Tak sampai disitu, pernah juga mencapai lebih dari 2.000 kasus dalam sehari.

Hal itu disampaikan Doni usai rapat terbatas terkait Pengarahan Kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, melalui virtual, Senin (27/7/2020).

Baca: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 100 Ribu, Ini Kritik dari Politikus PPP

"Dalam beberapa Minggu terakhir angka kasus positif itu rata-rata sudah di atas 1.000 sehari bahkan pernah mencapai lebih 2.000 kasus," ucap Doni.

Doni pun berharap masyarakat dapat memahami bahaya dan ancaman Covid-19 sungguh nyata.

Ia pun bahkan sampai mengibaratkan Covid-19 seperti malaikat pencabut nyawa yang telah banyak menelan korban jiwa.

"Covid ini ancamannya nyata dan sangat berbahaya. Mohon maaf kalau ini agak keras, covid ini ibarat malaikat pencabut nyawa," jelas Doni.

Baca: Update Corona di Indonesia 27 Juli: 10 Provinsi Laporkan Nihil Kasus Positif Covid-19

Maka dari itu, ia pun mengajak masyatakat untuk saling mengingatkan satu sama lainnya.

Terutama, disiplin terhadap protokol kesehatan yang tidak bisa dilakukan seorang diri, melainkan harus secara kolektif.

"Kita enggak cukup disiplin sendiri, kita tanggung jawab orang lain disiplin, dalam beberapa hari terakhir ini Satgas sudah mencoba ajak masyarakat agar sertiap orang setiap hari bisa ajak 2 orang agar patuh terhadap protokol kesehatan," kata Doni.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved