Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Sebut Kenaikan Kasus Positif Covid-19 di Gorontalo Lebih dari 400 Persen

pemerintah mencatat kasus pasien terkonfirmasi hari ini sebanyak 1.748 orang, sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 102.051 orang.

dok.Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Prof Wiku Adisasmito. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melaporkan data kenaikan kasus di sejumlah provinsi yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Provinsi yang mengalami laju insidensi kasus positif salah satunya Provinsi Gorontalo.

"Di sini terlihat bahwa kenaikan kasus pada minggu terakhir dari 72 menjadi 369, ini adalah kenaikannya lebih dari 400 persen. Khususnya pada 16 sampai 26 Juli. Ini perlu jadi perhatian kita bersama," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (28/7/2020).

Baca: Update Corona DKI Jakarta 28 Juli 2020: 19.885 Positif, 795 Meninggal, dan 12.373 Sembuh

Baca: Update Corona Indonesia 28 Juli: Rekor Kesembuhan Tertinggi, 2.366 Pasien Covid-19 Sembuh

Sejumlah kabupaten dan kota di Gorontalo, dikatakan Wiku, memiliki risiko corona yang tinggi.

"Terlihat di sini ada 3 kabupaten kota di Gorontalo dengan risiko tinggi, dan ada 3 juga di risiko sedang," tambahnya.

Dalam perkembangannya di Provinsi Gorontalo, Wiku mengatakan dari 16,6 persen pada minggu sebelumnya yakni 19 Juli, menjadi 50 persen pada 26 Juli.

Menurut Wiku, ini yang harus diperhatikan.

"Khususnya kabupaten/kota Boalemo, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo sebagai risiko tinggi. Sementara risiko sedangnya adalah Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Pahuwato," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah mencatat kasus pasien terkonfirmasi hari ini sebanyak 1.748 orang, sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 102.051 orang.

Angka tambahan ini seperti diketahui meningkat ketimbang pada Senin kemarin yang mencapai 1.525 kasus.

Data tersebut juga menunjukkan penambahan kasus sembuh mencapai 2.366 pasien atau 59,3 persen dari kasus terkonfirmasi.

Adapun total kasus sembuh sebanyak 60.539 orang.

Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 4.901 orang setelah penambahan 63 orang.

Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved