Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Indonesia Ranking 143 dari 215 Negara soal Rasio Jumlah Kasus Positif Covid-19

Hal ini dilakukan sebagai pembanding antara Indonesia dan negara lain di dunia terkait penanganan Covid-19.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Panitia Kurban Masjid Garuda, Asep Sudarsono (47), menyiapkan peralatan dan perlengkapan untuk pelaksanaan kurban Iduladha 1441 H, di halaman Masjid Garuda, Jalan Rajawali, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020). Proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban sebanyak enam ekor sapi di masjid ini akan dilaksanakan secara tertutup untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Pembagian daging kurban pun akan langsung dibagikan ke rumah-rumah lewat kerja sama dengan pengurus RT setempat. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat soal rasio jumlah kasus positif Covid-19 per 1 juta penduduk di Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai pembanding antara Indonesia dan negara lain di dunia terkait penanganan Covid-19.

"Kita menduduki ranking 143 dari 215 negara di dunia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis (30/7/2020).

Namun, Wiku menegaskan bahwa posisi Indonesia tersebut tidak dijadikan bahan bahwa Indonesia masih santai terkait pandemi Covid-19.

"Tidak, kita harus serius menjaga supaya kasus ini tidak meningkat dan kita bisa kendalikan. Kembali lagi kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan secara disiplin untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Wiku.

Baca: Cegah Covid-19 Saat Mudik Idul Adha, DPR Minta Pemda Perketat Protokol Kesehatan

Langkah preventif dan promotif melalui protokol kesehatan, dikatakan Wiku, juga akan menjauhkan Indonesia dari prediksi buruk bahwa angka positif Covid-19 akan menembus 1 juta kasus pada akhir 2020.

"Yang menentukan jumlah kasus yang ada di Indonesia, adalah perilaku menjalankan protokol kesehatan yang harus dilakukan seluruh masyarakat Indonesia," kata Wiku.

"Mari kita tidak menunggu angkanya meningkat, tapi kita melakukan perubahan perilaku," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved