Breaking News:

Virus Corona

Airlangga Hartarto: Jika Vaksin Masih Dalam Penelitian, Memakai Masker Adalah Kunci Utama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengajak masyarakat untuk lebih patuh menggunakan masker

Capture YouTube Sekretariat Presiden
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020). 

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2020 yang akan digelar 9 Desember di berbagai daerah di Tanah Air, diyakini bakal menjadi salah satu harapan untuk meningkatkan belanja dan produksi masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Airlangga Hartarto.

Pasalnya, dana yang berputar selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah nanti, cukup besar.

Bahkan menurut Airlangga akan mencapai Rp 35 triliun. Dana tersebut tidak hanya disiapkan oleh pemerintah, namun juga para kontestan.

"Dana yang beredar untuk Pemilukada untuk penyelenggaraan Rp 24 triliun. Kemungkinan dana yang dikeluarkan para calon bupati, wali kota, gubernur itu bisa mencapai minimal Rp 10 triliun sendiri."

"Sehingga saat pilkada kemungkinan Rp 34-35 triliun," ujar Airlangga kepada media dalam menyikapi pertumbuhan ekonomi kuartal II, Rabu (5/8/2020).

Kondisi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua ini berkontraksi hingga negatif 5,32 persen.

Apabila tidak ada perbaikan dan peningkatan kegiatan perekonomian, maka pada kuartal III dan IV, perekonomian Indonesia terancam mengalami resesi.

Pasalnya jika selama dua kuartal atau lebih pertumbuhan ekonomi negatif, maka sebuah negara bisa dikatakan berada dalam kondisi resesi.

Pilkada yang memberi efek peningkatakan kegiatan perekonomian diharapkan oleh Airlangga dapat meningkatkan perputaran uang yang tak sedikit.

Selain itu juga dapat meningkatkan sektor konsumsi masyarakat.

Kebutuhan alat peraga pilkada seperti kaos, poster dan kegiatan kampanye lainnya akan dibelanjakan oleh pemerintah daerah dan para kontestan.

Tak jarang selama kampanye Pemilukada permintaan pasar terhadap sembako juga meningkat.

Ini tentu saja akan membuat kebutuhan belanja masyarakat juga meningkat dan diharapkan mendorong perekonomian nasional untuk kembali menguat.

"Dana beredar akan meningkatkan konsumsi masyarakat terutama untuk alat-alat atau alat peraga bagi calon, termasuk di antaranya masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lain. Sehingga Pemilukada akan menjadi faktor pengungkit," ujar Airlangga.

Selain memaparkan program-programnya, para kandidat juga diharapkan untuk lebih fokus mengampanyekan hal-hal yang berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19.

Kreativitas para kandidat untuk berkampanye dalam penyediaan masker hingga hand sanitizer akan berpengaruh positif bagi perekonomian nasional.

3. Angka Kesembuhan Lebih baik dari Rata-rata Dunia

Sementara diberitakan Kompas.com, Airlangga Hartarto menyebut, penanganan Covid-19 di Indonesia lebih baik dari rata-rata dunia.

Menurut dia, hal ini terlihat dari angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.

"Indonesia ini suasananya lebih baik di mana kasus sembuh itu sudah mencapai 70 persen," kata Airlangga setelah rapat dengan Presiden Jokowi, dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020).

"Di mana 70 persen ini lebih tinggi daripada global secara rata-rata yang 68,1 persen," sambungnya.

Airlangga juga mengklaim angka kematian akibat Covid-19 terus menurun.

Meskipun ia juga mengakui, secara total, angkanya masih lebih tinggi daripada rata-rata global.

"Tingkat fatality rate bisa ditekan sampai 4,35 persen, walaupun masih sedikit di atas global rata-rata, tapi jauh menurun dari bulan-bulan sebelumnya," ujar dia.

Untuk itu, Airlangga memastikan pemerintah akan terus menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini juga sesuai instruksi Presiden Jokowi untuk memasifkan kampanye penggunaan masker.

"Pak Presiden mengarahkan agar kampanye masker lebih dimasifkan karena salah satu yang kita bisa mencegah untuk memotong pengembangan daripada penularan adalah dengan penggunaan masker," ujarnya.

Kendati demikian, Airlangga tak menyampaikan data terkait tes Covid-19 di Indonesia.

Hingga Senin (24/8/2020) pukul 12.00 WIB, total pemeriksaan telah mencapai 2.056.166 spesimen dari 1.173.369 orang.

Angka itu masih terhitung kecil jika dibandingkan dengan 270 juta penduduk.

Jika dihitung per 1 juta penduduk, tes di Indonesia hanya mencapai 7.435, peringkat 163 dari 215 negara. 

4. Optimistis

Masih dari Tribunnews.com, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan mengalami perbaikan.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto mengatakan sejumlah tren ekonomi menunjukkan hal positif.

"Kita lihat perusahaan di bursa, 36 persen membukukan profitabilitas lebih baik dari tahun lalu," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Selain itu, menurut dia sektor keuangan saat ini juga masih tergolong positif. Begitu juga dengan sektor pertanian dan perkebunan.

"Apalagi didukung harga komoditas yang sudah membaik. Baik harga minyak, harga nikel, logam mulia, atau kelapa sawit. Sehingga kita harap ekspor kelapa sawit sampai akhir tahun angkanya tidak berbeda dengan tahun lalu," katanya.

Indikator-indikator tersebut, menurut Airlangga, yang membuat pemerintah optimis bahwa Indonesia bisa melewati masa Pandemi Covid-19 dengan baik, serta dapat menanggulangi dampak ekonomi yang ditimbulkan.

"Inilah yang membangkitkan optimisme bahwa kita bisa melampaui krisis Covid19 dan PEN secara beriringan," katanya.

5. Belanja Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Artikel lain Tribunnews.com mengabarkan, Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto kembali menegaskan komitmennya memulihkan Indonesia dari pandemi Covid-19.

Dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) yang digelar di Bali, Menko Airlangga mengatakan, pemerintah kini fokus pada akselerasi realisasi anggaran program-program strategis penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan program di Kementerian/Lembaga (K/L).

“Saya dan para menteri di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian membahas hal-hal terkait strategi percepatan realisasi belanja program-program strategis, supaya ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh positif,” tutur Menko Airlangga dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8/2020).

Menko Airlangga juga mengatakan, RKTM ini membahas program dan kebijakan strategis penanganan dampak pandemi Covid-19 dari sisi ekonomi.

Salah satunya melalui percepatan realisasi belanja pemerintah dan program strategis jangka pendek untuk mendorong percepatan realisasi anggaran.

Menurut Airlangga, percepatan belanja pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020.

Dia mengatakan, pemerintah tengah mendorong strategi tersebut dengan berbagai upaya ekstra.

“Kami juga menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang rutin dan secara regular dilaksanakan koordinasi untuk percepatan realisasi belanja ini,” kata Menko Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan usulan program yang sedang disiapkan, antara lain; Pinjaman PEN Daerah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 105/2020; Tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Program PEN; Program Padat Karya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR); Pengembangan Desa dan UMKM Digital; Penambahan kuota alokasi Program Kartu Prakerja; Program Gerakan Belanja di Pasar Rakyat; serta Program Padat Karya dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sementara itu, lanjutnya, sejumlah Kementerian dan Lembaga juga mengajukan beberapa usulan program, yakni: Program Bangga Buatan Indonesia; Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021; Progrgram Beli Bahan Baku Industri Kecil dan Menengah; Program Beli Produk UMKM; Program Beli Produk Rakyat melalui Pegadaian; serta Program Padat Karya Penyangga Wisata.

Usulan-usulan program tersebut diajukan karena bertujuan mendorong pemulihan ekonomi; berdampak signifikan terhadap penyerapan pekerja (padat karya), maupun share pertumbuhan ekonomi dan nilai programnya yang cukup besar.

"Upaya akselerasi government spending dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi kini memang diupayakan dari berbagai aspek."

"Dari sisi ketenagakerjaan, Program Kartu Prakerja kini telah memasuki gelombang ke-5 yang pendaftarannya akan ditutup pada Minggu, 23 Agustus 2020," ujarnya

Menko Airlangga menjelaskan, dari empat gelombang sebelumnya terdata lebih dari 13 juta orang dari seluruh provinsi di Indonesia yang melakukan pendaftaran.

Sebanyak 9 juta orang telah melakukan verifikasi email dan sekitar 7 juta orang telah dilakukan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Dari aspek pangan dan pertanian, Pemerintah telah berhasil mendorong Produk Domestik Bruto sektor pertanian triwulan II 2020 memasuki jalur pertumbuhan positif 2,19% year on year,” kata Menko Airlangga.

Rapat Koordinasi ini dihadiri secara langsung oleh sembilan Menteri, yakni Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Pertanian, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Koperasi dan UKM, dan Wakil Menteri BUMN I.

Selain itu, turut hadir pula lima menteri secara virtual, yaitu Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

(Tribunnews.com/ Fajar, Chrysnha, Sanusi, Taufik Ismail/Kompas.com/Ihsanuddin)

Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved