Virus Corona

Menko Airlangga Hartarto: Pakai Masker adalah Kunci Utama dalam Upaya Pemulihan Ekonomi

Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penggunaan masker merupakan kunci utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

ist
Ketua PC-PEN yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat meluncurkan gerakan Kampanye Masker Nasional di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (30/8/2020). 

Dikutip dari Tribunnews, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan mengalami perbaikan.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto mengatakan sejumlah tren ekonomi menunjukkan hal positif.

"Kita lihat perusahaan di bursa, 36 persen membukukan profitabilitas lebih baik dari tahun lalu," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Selain itu, menurut dia sektor keuangan saat ini juga masih tergolong positif.

Begitu juga dengan sektor pertanian dan perkebunan.

"Apalagi didukung harga komoditas yang sudah membaik. Baik harga minyak, harga nikel, logam mulia, atau kelapa sawit. Sehingga kita harap ekspor kelapa sawit sampai akhir tahun angkanya tidak berbeda dengan tahun lalu," katanya.

Indikator-indikator tersebut, menurut Airlangga, yang membuat pemerintah optimis bahwa Indonesia bisa melewati masa Pandemi Covid-19 dengan baik, serta dapat menanggulangi dampak ekonomi yang ditimbulkan.

"Inilah yang membangkitkan optimisme bahwa kita bisa melampaui krisis Covid19 dan PEN secara beriringan," katanya.

3. Ekspor Indonesia Meningkat

Airlangga di akun Instagram pribadinya pada 19 Agustus lalu mengunggah capaian ekspor Indonesia.

Ia menyebut bahwa ekspor Indonesia meningkat.

Khususnya di 3 sektor perekonomian.

Ini unggahannya:

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Pada Maret 2020, ekspor meningkat di angka 14,29 persen atau mencapai 14,09 miliar dolar AS, sekitar Rp219,89 triliun, dengan kurs Rp15.606 per dolar AS.

Ada tiga sektor yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak ekspor ini, yakni sektor pertanian, perikanan, dan otomotif.

Pertama, nilai ekspor pertanian Indonesia pada Februari 2020 mengalami kenaikan sampai 0,91 persen secara month to month (MtM) dan 28,04 persen secara year of year (YoY). Komoditas andalan adalah biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik, dan subsektor rempah-rempah.

Di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi, termasuk untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kedua, ekspor sektor perikanan pada Maret 2020 meningkat sampai 6,34 persen atau mencapai 427,71 juta dolar AS. Secara kumulatif sepanjang triwulan pertama, nilai ekspor sektor perikanan adalah 1,24 miliar dolar AS dengan peningkatan sebesar 9,82 persen secara YoY. Sedangkan, volume ekspornya 295.130 ton atau meningkat 10,96 persen secara YoY.

Ketiga, berdasarkan data Gaikindo, kenaikan ekspor hingga Maret 2020 tercatat mencapai 9 persen. Volume ekspor mobil CBU “Made in Indonesia” ditopang oleh beberapa merek utama, yaitu Toyota, Suzuki, Mitsubishi, DFSK, dan Wuling.

Pemerintah terus berkomitmen untuk mengoptimalkan peningkatan pada tiga sektor ini. Selain itu pemerintah juga mendorong kontribusi ekspor pada sektor lainnnya guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

(Tribunnews.com/Yurika/Chrysnha/Taufik Ismail, Kompas.com/Mutia Fauzia/Ihsanuddin)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved