Breaking News:

Virus Corona

Ilmuwan Ungkap Kelemahan Vaksin Virus Corona Buatan Rusia dan China, Akui Hanya Manjur 40 Persen

Sejumlah ilmuwan menilai, vaksin Covid-19 yang dikembangkan di Rusia dan China memiliki sejumlah potensi kelemahan besar.

Facebook Vladimir Putin
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 dari Rusia, Vladimir Putin 

TRIBUNNEWS.COM - Vaksin COVID-19 yang dikembangkan di Rusia dan China disebut memiliki potensi kelemahan yang sama.

Sebab, vaksin tersebut didasarkan pada virus flu biasa yang telah terpapar sebelumnya oleh banyak orang.

Oleh karena itu, beberapa ahli mengatakan potensi keefektivitas dari vaksin tersebut terbatas.

Vaksin asal China bernama CanSino Biologics ini telah disetujui untuk penggunaan militer di China.

Para ahli menuturkan, vaksin tersebut merupakan bentuk modifikasi dari adenovirus tipe 5 atau Ad5.

Sedangkan perusahaan tersebut tengah dalam pembicaraan untuk mendapatkan persetujuan darurat di beberapa negara.

Ilustrasi vaksin virus corona. AS menolak tawaran vaksin dari Rusia.
Ilustrasi vaksin virus corona. AS menolak tawaran vaksin dari Rusia. (Fresh Daily)

Baca: Kabarnya Rusia Telah Produksi Vaksin Virus Corona Gelombang Pertama

Padahal mereka belum menyelesaikan uji coba vaksin dalam skala besar, Wall Street Journal melaporkan.

Hal yang sama juga terjadi pada vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow.

Vaksin tersebut disetujui di Rusia pada awal bulan ini meskipun pengujian dilakukan terbatas.

Vaksin itu juga didasarkan pada Ad5 dan adenovirus kedua yang kurang umum.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved