Breaking News:

Virus Corona

Peran Pendekatan Keagamaan Masyarakat Bali dalam Menangani Pandemi Covid-19

Ada upacara niskala berupa kebiasaan berdoa dengan pemberian sesajen bagi keselamatan dan kesehatan penduduk Provinsi Bali.

Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bali memiliki keunikan khusus terkait penanggulangan pandemi Virus Corona atau Covid-19. Keunikan yang dimaksud yakni peran serta pendekatan keagamaan.

Mulai dari bidang hupokara, yaitu hubungan dengan Sang Pencipta karena salah satu kekuatan atau dasar kepercayaan Agama Hindu bahwa kejadian bencana menjadi kekuatan yang luar biasa.

Hal ini terangkum dalam buku berjudul Pengalaman Indonesia Dalam Menangani Wabah COVID-19 yang ditulis Profesor Dra Fatma Lestari, MSi, PhD bersama kawan-kawan.

Pura yang banyak ditemukan di Bali menjadi tujuan dilaksanakannya ritual keagamaan tersebut. Biasanya, dalam kegiatan keagamaan itu Gubernur Bali I Wayan Koster memimpin langsung rombongan ke Pura didampingi Dinas Kesehatan dan BPBD Provinsi Bali.

Baca: Belajar dari Bali, Provinsi Terbaik dalam Penanganan Covid-19

Selain itu ada upacara niskala berupa kebiasaan berdoa dengan pemberian sesajen bagi keselamatan dan kesehatan penduduk Provinsi Bali.

Pendekatan spiritual keagamaan yang juga dilakukan dalam menangani Covid-19 adalah Trihita Karana, hubungan harmonis antara tri: sang pencipta, manusia/makhluk hidup yang ada di alam semesta, dan lingkungan di luar kehidupan 9 umat manusia. Konsep Trihita Karan itu adalah keharmonisan.

"Menurut pandangan masyarakat Hindu, virus Covid-19 ini adalah sosok yang tidak terlihat, tetapi diyakini dengan pemberian upakara, sesajen yang disebut Caru, maka virus itu akan harmonis kembali kepada fungsi masing-masing, yaitu sisi baik dan sisi buruk; positif dan sisi negatif," dikutip Tribun dalam buku itu.

Upacara keagamaan dilakukan di 9 penjuru mata angin di pura melalui sembahan, upakara, sesajen dengan mendatangkan para pedanda (tokoh agama).

Upacara ritual keagamaan dilakukan di puncak Gunung Agung sambil membawa tirta air suci untuk diupacarai dengan bacaan-bacaan doa dan upakaranya.

Halaman
12
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved