Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Update Corona Indonesia 8 September: 200.035 Kasus Positif, 142.958 Sembuh, 8.230 Meninggal Dunia

Berikut update data penanganan kasus Corona (Covid-19) di Indonesia per Selasa, 8 September 2020.

Tayang:
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Corona 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah kasus konfirmasi positif Corona (Covid-19) di Indonesia masih bertambah.

Menurut data di laman kemkes.go.id, kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah 3.046 kasus per Selasa (8/9/2020).

Total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 200.035 kasus. 

Sebelumnya, Senin (7/9/2020), total kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 196.989 kasus. 

Baca: 117 ASN Pemkot Bandung Positif Covid-19, Ini yang Dilakukan Wali Kota Oded

Baca: Dekranas Ajak Pelaku UMKM Beradaptasi dengan Pandemi Covid-19

Sementara itu, pasien Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah.

Sebanyak 100 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia hari ini.

Sehingga, total kasus kematian akibat Covid-19 kini mencapai 8.230 kasus.

Di hari sebelumnya, total kasus kematian akibat Covid-19 berjumlah 8.130 kasus.

Kabar baiknya, pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah menjadi 142.958 orang, dari yang sebelumnya berjumlah total 140.652 orang.

Artinya, terdapat tambahan 2.306 pasien Covid-19 yang sembuh hari ini.

Social Distancing
Social Distancing (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Presiden Minta Waspadai Penularan Covid-19 di Klaster Perkantoran, Keluarga, hingga Pilkada

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa penanganan kesehatan Covid-19 menjadi fokus utama saat ini.

Presiden pun mengingatkan kembali pada jajarannya untuk fokus menangani hal tersebut.

Pasalnya, menurut Jokowi, kesehatan merupakan kunci untuk membuat perekonomian segera tumbuh dengan baik. 

Hal itu disampaikan Jokowi sampaikan saat membuka Sidang Kabinet Paripurna tentang Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi di Istana Negara, yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2020),

"Sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Senin, (7/9/2020). Rapat kali ini digelar secara tatap muka dengan para menteri dan kepala lembaga Kabinet Indonesia Maju.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Senin, (7/9/2020). Rapat kali ini digelar secara tatap muka dengan para menteri dan kepala lembaga Kabinet Indonesia Maju. (Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Menteri Kesehatan hingga TNI/Polri untuk menyisir klaster yang berpotensi muncul dan menularkan Covid-19.

Presiden mengatakan, klaster penularan Covid-19 yang sekarang bermunculan namun jarang disadari adalah klaster perkantoran dan klaster keluarga.

Menurutnya, banyak masyarakat yang merasa aman ketika sudah sampai di rumah dan di kantor.

Padahal, saat di kantor banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan sehingga menyebabkan terjadinya penularan Covid-19.

Demikian juga di rumah, banyak masyarakat yang langsung berinteraksi dengan keluarga tanpa membersihak diri terlebih dahulu.

"Hati-hati ini perlu saya sampaikan yang namanya klaster kantor, yang kedua klaster keluarga, yang terakhir juga klaster Pilkada, hati-hati ini agar ini selalu diingatkan," tegas Jokowi.

Baca: Gambar Penampakan Virus Corona SARS-CoV-2 yang Menyelimuti Sel Paru-paru Manusia

Sementara itu, untuk mencegah munculnya klaster Pilkada 2020, Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dan Polri untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat.

"Saya minta Pak Mendagri urusan yang berkaitan dengan klaster Pilkada ini betul-betul diberikan ketegasan."

"Polri juga berikan ketegasan mengenai aturan main di Pilkada," jelasnya.

Jokowi juga mengimbau Kementerian Kesehatan membuat desain perencaan dengan baik.

Presiden mengatakan, desain perencanaan harus komprehensif menyangkut jumlah laboratorium yang harus ada di sebuah provinsi.

Baca: Jokowi: Kesempatan Pertumbuhan Ekonomi Hanya di September, Kalau Minus Artinya Masuk Ke Resesi

Selain itu, juga berapa reagen yang harus terdistribusi pada sebuah provinsi.

"Jangan sampai ada provinsi yang sudah melakukan testingnya tinggi sekali tapi ada provinsi yang testingnya masih rendah sekali."

"Perencanaan itu kita perlukan, sehingga kelihatan nanti kasus kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana," terangnya.

Di akhir pengantarnya, Jokowi kembali mengingatkan bahwa urusan Covid-19 harus tertangani dengan baik.

"Masalah kesehatan ini harus tertangani dengan baik, karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi."

"Jangan sampai urusan Covid-19 ini belum tertangani dengan baik kita sudah menstarter di bidang ekonomi, ini sangat berbahaya," tandasnya.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta/Nanda Lusiana)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved