Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Doni Monardo: Masih ada Masyarakat Merasa Tak Akan Terpapar Covid-19

Bahkan juga terungkap masih ada masyarakat yang berkeyakinan dirinya tidak akan terpapar Covid-19.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Doni Monardo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memaparkan data hasil survei Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

Dalam survei tersebut, terungkap masih ada masyarakat yang tidak percaya bahwa Covid-19 merupakan hal nyata.

Bahkan juga terungkap masih ada masyarakat yang berkeyakinan dirinya tidak akan terpapar Covid-19.

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (22/9/2020).

"Data yang berhasil dikumpulkan oleh tim bidang perubahan perilaku yang didapat datanya melalui survei Balitbangkes Kementerian Kesehatan adalah masih terdapatnya masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19," kata Doni di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta.

Baca: PPNI Beberkan Ribuan Perawat Terpapar Covid-19 di 4 Provinsi Ini

Doni mengatakan, kepercayaan masyarakat seperti itu yang kemudian menjadi repot penanganan pandemi di Indonesia.

"Ini yang menjadi hal yang cukup repot karena jumlah atau persentase masyarakat yang merasa tidak terpapar Covid ini masih tinggi bapak pimpinan. Bagaimana cara kita ke depan untuk bisa mengingatkan masyarakat bahwa Covid ini nyata, korbannya sudah jutaan orang yang terpapar Covid dan yang wafat mendekati 1 juta jiwa," ujar Doni.

Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 itu menjabarkan, jumlah angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah mendekati 10 ribu orang.

Sementara itu, kasus positif mencapai 230 ribu lebih. Doni menegaskan Covid-19 adalah suatu hal yang nyata.

"Ini (Covid-19) nyata, ini fakta dan ini bukan rekayasa, bukan konspirasi," tegas Doni.

Doni mengatakan pihaknya sudah membentuk Satgas relawan perubahan perilaku masyarakat untuk tingkat RT/RW untuk mengatasi hal tersebut.

Satgas itu beranggotakan 100 orang relawan yang dipilih langsung oleh kelurahan melalui metode padat karya.

"Mereka ikut membantu unsur TNI, Polri dan juga unsur pemerintah daerah untuk mengingatkan masyarakat. Sementara ini baru langkah awal di DKI saja ada lima kelurahan yang dipilih ini uji coba," pungkas Doni.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan