Breaking News:

Virus Corona

Satgas Covid-19: Kami Melihat Kasus Positif Cukup Tinggi, Ini Juga Terkait Pilkada

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus Covid-19

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas penggali makam Covid-19 memakamkan korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2020). Selain tenaga medis, penggali kubur makam Covid-19 menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus Covid-19 salah satunya terkait pelaksaam tahapan Pilkada serentak tahun 2020.

Diketahui, pada 24 September, terjadi penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.634 kasus, sehingga totalnya 262.022 kasus.

Hal itu disampaikan Wiku saat memberikan keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19, melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (24/9/2020).

"Kami masih melihat penambahan kasus positif yang cukup tinggi dan ini juga terkait dengan Pilkada," kata Wiku.

Baca: Pilkada Serentak 9 Desember 2020: Polri tak Akan Keluarkan Ijin Keramaian

Wiku menambahkan, pemerintah prihatin atas adanya bakal calon kepala daerah yang mengumpulkan massa pada saat masa pendaftaran calon kepala daerah Pilkada, beberapa waktu lalu.

Ia menilai, semestinya calon kepala daerah mengupayakan keselamatan warganya dari bahaya tertular Covid-19.

"Satgas Covid-19 sangat prihatin dengan adanya calon kepala daerah yang masih mengadakan acara-acara yang menimbulkan kerumunan di tengah pandemi yang sedang kita hadapi pada saat ini," ucap Wiku.

Baca: LSI Denny JA: Jangan Karena 44 Daerah Zona Merah Covid-19, Jadi Membatalkan Pilkada

"Apa pun alasannya sudah sepatutnya bahwa wakil rakyat yang dipilih dari rakyat betul-betul dapat melindungi rakyatnya, keselamatan warganya sehingga semua pesta demokrasi bisa dijalankan dengan baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Satgas Covid-19 mengapresiasi KPU yang telah menerbitkan revisi PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

Baca: Hingga Kamis Pagi, Ada 486 Paslon Pilkada 2020 Dinyatakan Memenuhi Syarat

PKPU itu menutup peluang bagi kegiatan kampanye yang akan mengumpulkan massa, seperti konser musik, perlombaan, bazar, dan olahraga, yang dilarang atau diganti secara virtual.

"Satgas Covid-19 sangat mengapresiasi langkah KPU yang dengan tegas melakukan revisi PKPU, serta menerbitkan sanksi bagi para calon kepala daerah yang berencana menggelar acara serupa untuk kampanyenya," ungkap Wiku.

"Perang melawan Covid-19 tidak bisa kita lakukan sendiri, kami harapkan komitmen seluruh masyarakat bersama calon kepala daerah untuk betul-betul bisa melindungi masyarakat di dalam proses Pilkada ke depan," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved