Breaking News:

Presiden Jokowi Diminta Intensifkan Lobi ke Raja Salman agar Jemaah Umrah Indonesia Bisa Berangkat

semakin lama jemaah berangkat maka ada kekhawatiran uang yang telah disetor ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terpakai.

Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo dan Raja Salman saat menggelar pertemuan bilateral di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas), Minggu (14/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Jokowi diminta terus melobi ke Raja Salman terkait izin pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia di masa pandemi.

Ketua Umum HUW (Pengawas Haji dan Umrah) Mahfud Djaelani berpandangan bahwa peluang jemaah Indonesia masuk daftar yang diperbolehkan umrah kecil, lantaran banyak negara yang melarang WNI masuk karena penularan Covid-19 tak terkendali.

"Saya lihat kecil ya kita masuk daftar yang diperbolehkan, apalagi 59 negara masih melarang warga kita masuk karena Covid-19. Lobi harus terus dilakukan Presiden Jokowi ke Raja Salman," ujar dia saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, semakin lama jemaah berangkat maka ada kekhawatiran uang yang telah disetor ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terpakai.

Bahkan, dirinya sempat dimintai keterangan dari pihak kepolisian untuk mencegah uang jemaah digunakan oleh oknum tertentu.

"Seperti sekarang ini banyak perusahaan travel enam bulan tidak ada pemasukan. Dikhawatirkan itu (uang jemaah) terpakai untuk operasional," terangnya.

Ia pun mengimbau kepada PPIU agar tidak memberikan janji-janji keberangkatan umrah pada calon jemaah.

"Kalau bisa dan ada uangnya, kembalikan saja. Memang kondisi dan keadaannya seperti ini mau bagaimana lagi. Intinya PPIU jangan berani-berani memutar uang jemaah untuk yang bukan keperluan keberangkatan umrah. Nanti ditakutkan seperti bom waktu kasus first travel," papar dia.

Baca: Berharap Indonesia Masuk Daftar Negara yang Diizinkan Umrah, Ini Saran Ketua MPR pada Pemerintah 

Berdasarkan, data Kementerian Agama RI ada 34 ribu jemaah Indonesia yang tertunda akibat pandemi Covid-19.

Nantinya ribuan jemaah itu akan diprioritaskan untuk dapat berangkat ketika izin dari Arab Saudi didapat Indonesia.

Arab Saudi kembali membuka umrah jamaah luar negeri mulai 1 November mendatang.

Layanan umrah ini dibuka bagi jemaah internasional dengan kapasitas maksimal 100 persen atau 20.000 jemaah per hari.

Terkait pembukaan itu, Arab Saudi menyatakan izin akan diberikan secara bertahap bagi "negara-negara yang bebas dari risiko Covid-19".

Meski demikian Kementerian Kesehatan tidak menjelaskan detail kriteria tersebut.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved