Virus Corona
Pemerintah Buat SOP Penanganan Pasien Covid-19 bagi Rumah Sakit
SOP tersebut hasil sinergi Kementerian dan lembaga, pakar Epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat
Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa pemerintah telah membuat SOP penanganan pasien Covid-19 untuk menjadi rujukan rumah sakit.
SOP tersebut hasil sinergi Kementerian dan lembaga, pakar Epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, ahli obat, dan lainnya.
"Sudah dibuatkan sebuah SOP yang akan jadi rujukan kepada seluruh pimpinan RS agar bisa mengikuti SOP yang telah disusun oleh Kemenkes didukung para pakar dari lima asosiasi profesi," kata Doni dalam konferensi pers secara virtual, Senin, (28/9/2020).
Pembuatan SOP tersebut menurut Doni tidak terlepas dari data peenanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Salah satunya di rumah sakit Persahabatan yang merupakan RS rujukan Covid-19.
Baca: Muhadjir: Indonesia di Jalur yang Benar Dalam Penanganan Covid-19
Di rumah sakit tersebut, pasien dengan gejala ringan yang sembuh mencapai 100 persen.
Sementara kasus pasien dengan gejala sedang yang meninggal mencapai 2,6 persen. Untuk kasus pasien meninggal dengan gejala berat 5,5 persen dan yang kritis 67,4 persen.
"Nah di sinilah rapat-rapat yang dipimpin pak Luhut menekankan pentingnya penanganan awal. Jadi jangan sampai terlanjur sakitnya sedang lantas baru dirujuk," katanya.
Baca: Menko PMK Ajak Mahasiswa Gabung Satgas Covid-19
Oleh karena itu untuk mengantisipasi banyak pasien gejala ringan berubah menjadi sedang, pemerintah menyiapkan tempat isolasi bagi masyarakat yang kediamannya tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri.
Mereka yang ingin isolasi di tempat yang disiapkan pemerintah harus mengantongi surat rujukan dari puskesmas.
Baca: Satgas: Covid-19 Nyata Bukan Rekayasa ataupun Konspirasi
"Kita lihat memang ada peningkatan warga masyarakat yang dirawat di tempat isolasi mandiri yang disiapkan pemerintah baik di RS rujukan, atau di wisma atlet. Termasuk cadangan telah disiapkan sejumlah hotel di 10 provinsi prioritas. 8 pada awalnya, lantas ditambah Bali dan Aceh. Kerja sama dengan Kemenparekraf, didukung PHRI, dan dibantu unsur TNI-Polri di 10 provinsi tersebut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/doni-monardo-soal-bencana.jpg)