Breaking News:

Virus Corona

Aku Testing Covid-10 di Bawah Standar WHO, Satgas Sebut Terkendalam Stigma Negatif Tentang Corona

Angka testing (pemeriksaan) Covid-19 secara nasional belum mencapai target Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).

https://covid19.go.id/
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka testing (pemeriksaan) Covid-19 secara nasional belum mencapai target Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengakui adanya kendala terbesar ialah tracing.

Meski sudah ada beberapa provinsi yang melampaui target ini, Satgas masih merasakan kendala. Mengapa bisa terjadi?

Menurut Wiku, ini karena banyaknya resistensi dari masyarakat di lapangan akibat adanya stigma negatif dari masyarakat terhadap penderita Covid-19.

Sebenarnya ini harus dihindari. Diperparah adanya berita bohong yang menghilangkan rasa percaya terhadap pasien yang menjadi subyek tracing.

"3T (testing, tracing dan treatment) merupakan upaya yang tidak mudah sehingga membutuhkan sinergi dari masyarakat. Untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk betul-betul memahami bahwa keterbukaan kita semuanya sangat penting bagi pemerintah dalam upaya pemerintah melakukan tracing," imbau Wiku di Kantor Presiden, Selasa (29/9/2020).

Petugas mengambil cairan tenggorokan dari salah satu warga di Graha Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (02/06/2020). Berdasarkan hasil tracking dari pasien positiv virus covid-19 klaster Pasar Antri Cimahi, terdapat lebih dari 200 orang yang  terpapar  berada di Rw 15 dan Rw 03 . Untuk kegiatan ini dilibatkan selain petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat juga dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Sebagai langkah percepatan antisipasi penyebaran viruscovid-19, Provinsi jawa Barat menggulirkan Program Karantina Micro. Karantina Micro dimulai tanggal 02 Juni  hingga 12 Juni 2020. (Tribun Jabar/Zelphi)
Petugas mengambil cairan tenggorokan dari salah satu warga di Graha Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (02/06/2020). Berdasarkan hasil tracking dari pasien positiv virus covid-19 klaster Pasar Antri Cimahi, terdapat lebih dari 200 orang yang terpapar berada di Rw 15 dan Rw 03 . Untuk kegiatan ini dilibatkan selain petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat juga dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Sebagai langkah percepatan antisipasi penyebaran viruscovid-19, Provinsi jawa Barat menggulirkan Program Karantina Micro. Karantina Micro dimulai tanggal 02 Juni hingga 12 Juni 2020. (Tribun Jabar/Zelphi) (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Masyarakat harus terbuka terkait riwayat perjalanan dan interaksi yang dilakukan.

Masyarakat diminta tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita positif Covid-19.

Agar mereka yang terpapar dapat sembuh dan tidak menularkan kepada yang lainnya.

"Apa yang bisa dilakukan masyarakat, kita bisa bersama-sama memudarkan stigma negatif. Ingat musuh kita bukan saudara-saudara kita atau orangnya. Musuh kita adalah virusnya. Bersikap jujur dan suportif kepada petugas adalah sikap yang penting dalam mensukseskan program 3T," jelas Wiku.

Tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menekan penularan dalam lingkungan klaster keluarga.

Terapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap sesama anggota keluarga dan lindungi anggota keluarga yang masuk kelompok rentan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved