Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Solusi Pandemi Bukan Hanya Vaksinasi Tetapi Konsisten Jalankan Protokol Kesehatan

Ketimbang mengharapkan vaksin segera tersedia, Wiku menyarankan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
drg. Fridhi membuat simulasi tempat membersihkan bagi perkerja kesehatan usai penanganan pasien Covid 19 di Puskesmas Duri Pulo, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa(6/10/2020). WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan soal vaksin Covid-19 yang kini masih dinantikan masyarakat luas.

Menurut Satgas, vaksin hanya menjadi upaya untuk meningkatkan imunitas di masyarakat.

"Vaksin ini sekali lagi bukan satu-satunya jaminan penuntasan salah satu bentuk intervensi medis untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah pandemi," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers melalui kanal Youtube BNPB, Kamis (8/10/2020).

Baca: Doni Monardo Resmikan RS Covid-19 di Biak

Ketimbang mengharapkan vaksin segera tersedia, Wiku menyarankan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Solusi dari pandemi Covid-19 bukan hanya vaksinasi. Solusi yang sudah bisa kita lakukan hari ini adalah menjalankan protokol 3M dan konsisten menjalankannya," lanjutnya.

Pun jika vaksin Covid-19 nantinya tersedia tetapi masyarakat tidak disiplin pada protokol, Wiku menyebut hal itu bisa memperpanjang masa pandemi.

"Program vaksinasi ini harus diikuti kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan," lanjutnya.

"Ini (protokol kesehatan) merupakan investasi jangka panjang dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat," pungkas Wiku.

Seperti diketahui, pemerintah memastikan vaksin yang diimpor dari Cina akan tersedia setidaknya pada November tahun ini

"Vaksin itu akan datang tak lama lagi sekitar bulan November. Mereka akan berangkat ke Cina untuk melakukan pengecekan terhadap vaksin yang akan dikirim ke Indonesia," kata Jubir Wapres Masduki Baidlowi usai pertemuan Wapres Ma'ruf dengan Menkomarves Luhut Binsar, Menkes Terawan, dan Dirut Bi Farma Honesti Basyir dalam kiriman video Setwapres yang diterima wartawan, Jumat (2/10/2020).

Vaksin yang akan datang, dikatakan Masduki, sekitar 3 juta.

Angka tersebut merupakan vaksin untuk tahap pertama.

"Sebanyak 3 juta ini diperuntunkkan bagi tenaga-tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan orang-orang yang selama ini berhadapan dan bertugas terkait penanganan pandemi ini," kata Masduki.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin) Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved