Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Tetap Rajin Cuci Tangan Usai Pegang Barang Ini, Virus Corona Bisa Bertahan di Uang Kertas 28 Hari

Virus Covid-19 baru dapat tetap hidup selama hingga 4 minggu pada uang kertas, kaca, dan permukaan barang lainnya.

(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Ilustrasi uang kertas. Virus Corona tidak bisa bertahan lama di permukaan, terutama di permukaan yang kering seperti uang kertas. 

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - Penelitian oleh laboratorium biosekuriti top Australia mengungkapkan, virus Covid-19 baru dapat tetap hidup selama hingga 4 minggu pada uang kertas, kaca, dan permukaan barang lainnya.

Ilmuwan di Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia mengatakan, virus corona baru ini sangat kuat, mampu bertahan selama 28 hari pada permukaan yang halus seperti layar ponsel dan uang kertas dalam suhu 20 derajat celcius.

Virus corona baru ini bahkan lebih kuat dibanding virus flu pada umumnya, yakni bertahan 17 hari.

Sementara menurut penelitian di Virology Journal, kelangsungan hidup virus bisa terus menurun menjadi kurang dari 1 hari pada suhu 40° celcius di beberapa permukaan.

Penemuan tersebut memperkuat bukti bahwa virus corona bertahan lebih lama dalam cuaca yang lebih dingin.

Hal ini menunjukkan, virus berpotensi lebih sulit dikendalikan di musim dingin ketimbang saat musim panas.

Menggunakan ponsel saat mengisi daya.

"Hasil penelitian kami menunjukkan, SARS-CoV-2 dapat tetap menular di permukaan untuk jangka waktu yang lama. Ini memperkuat perlunya praktik yang baik, seperti mencuci tangan dan membersihkan permukaan secara teratur," kata Wakil Direktur Pusat, Debbie Eagles, mengutip Bloomberg, Senin (12/10/2020).

Adapun selama ini, virus corona sebagian besar ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, terutama droplet yang dikeluarkan saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, bahkan bernapas. SARS-CoV-2 juga dapat mencemari permukaan barang ketika droplet-droplet ini mengendap.

Meski tak terbukti, penyebaran SARS-CoV-2 melalui permukaan barang dari droplet yang mengendap menjadi masuk akal.

Peneliti dari Kansas State University menganalisis adanya stabilitas virus corona pada selusin permukaan.

Dia menemukan, virus itu mampu bertahan 5-7 kali lebih lama pada kondisi musim semi maupun musim gugur yang lebih dingin.

Petugas teller PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menghitung uang kertas di Kantor Cabang Bank BTN Jakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menyambut perayaan Idul Fitri 1441 H, Bank BTN mengalokasikan dana senilai Rp 12,5 triliun. Dana tersebut dianggarkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai yang diprediksi akan meningkat pada H-5 hingga H+3 Idul Fitri. Nasabah Bank BTN juga dapat memanfaatkan layanan mobile banking perseroan untuk memenuhi kebutuhannya selama perayaan Idul Fitri tanpa harus keluar rumah. Untuk nasabah yang harus datang ke kantor cabang, BTN akan memberlakukan operasional terbatas di sejumlah cabang di seluruh Indonesia. Tribunnews/Jeprima
Petugas teller PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menghitung uang kertas di Kantor Cabang Bank BTN Jakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menyambut perayaan Idul Fitri 1441 H, Bank BTN mengalokasikan dana senilai Rp 12,5 triliun. Dana tersebut dianggarkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai yang diprediksi akan meningkat pada H-5 hingga H+3 Idul Fitri. Nasabah Bank BTN juga dapat memanfaatkan layanan mobile banking perseroan untuk memenuhi kebutuhannya selama perayaan Idul Fitri tanpa harus keluar rumah. Untuk nasabah yang harus datang ke kantor cabang, BTN akan memberlakukan operasional terbatas di sejumlah cabang di seluruh Indonesia. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

"Penemuan ini menjadi pertanda buruk untuk mengendalikan Covid-19 selama musim dingin di belahan bumi utara," kata ahli virologi, Juergen Richt, yang memimpin penelitian.

“Jika kita tidak dapat mengontrolnya dengan baik selama musim panas, kita akan mendapat kejutan besar,” kata Richt.

Ilmuwan di laboratorium pemerintah Australia menemukan, virus korona cenderung bertahan lebih lama pada permukaan yang tidak berpori atau halus, dibandingkan dengan permukaan kompleks yang berpori, seperti kapas.

Penelitian tersebut menerima dana dari departemen pertahanan Australia.

Penelitian fokus pada pengeringan virus corona dalam lendir buatan di permukaan yang berbeda, pada konsentrasi yang serupa dengan yang dilaporkan dalam sampel dari pasien yang terinfeksi. Kemudian, mengisolasi kembali virus selama sebulan.

Penelitian juga dilakukan dalam kegelapan untuk menghilangkan efek sinar ultraviolet. Karena penelitian telah menunjukkan sinar matahari langsung dapat dengan cepat menonaktifkan virus.

"Menetapkan berapa lama virus ini tetap bertahan di permukaan sangat penting untuk mengembangkan strategi mitigasi risiko di area kontak yang tinggi,” Kata Eagles.

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (smartraveller.gov.au)

Risiko Transmisi

Bertahannya virus corona pada kaca menjadi temuan yang sangat penting, mengingat kita sering bersentuhan dengan ponsel, ATM, kasir swalayan di supermarket, dan kios check-in di bandara.

Tempat-tempat itu adalah permukaan dengan frekuensi kesentuhan yang tinggi.

"Waktu bertahan hidup SARS-CoV-2 yang lebih lama daripada flu musiman pada uang kertas sangat penting, mengingat frekuensi peredaran dan potensi transfer virus yang dapat hidup baik antara individu dan lokasi geografis," kata peneliti.

Adapun sebelum SARS-CoV-2 dinyatakan sebagai pandemi, China telah lebih dulu mendekontaminasi mata uang kertasnya. Mereka khawatir adanya transmisi virus melalui uang kertas pada saat itu. AS dan Korea Selatan pun telah mengkarantina uang kertas.

Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan adanya kelangsungan hidup virus SARS-CoV-2 pada makanan segar dan beku, atau yang terkait dengan pemrosesan daging dan fasilitas penyimpanan dingin.

“Penelitian ini dapat membantu menjelaskan persistensi dan penyebaran SARS-CoV-2 yang tampak jelas di lingkungan sejuk dengan kontaminasi lipid atau protein tinggi, seperti fasilitas pemrosesan daging dan bagaimana kita dapat mengatasi risiko itu dengan lebih baik,” kata Direktur Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia, Trevor Drew.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Bisa Bertahan di Uang Kertas hingga 4 Minggu?", Klik untuk baca: 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan