Breaking News:

Virus Corona

Survei Indikator: 55 Persen Publik Ingin PSBB Dihentikan

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengungkap mayoritas publik ingin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dihentikan agar ekonomi berjalan.

Tribunnews/Herudin
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengungkap mayoritas publik ingin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dihentikan agar ekonomi berjalan.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan.

Dalam temuannya, sebanyak 55 persen responden pada September memilih agar PSBB dihentikan sehingga ekonomi bisa berjalan.

Baca juga: Perancis dan Inggris Sibuk Atasi Gelombang Kedua Covid-19, Ini Dampaknya ke Pasar

Sementara 39 persen lainnya responden menilai PSBB dilanjutkan agar penyebaran Covid-19 bisa diatasi.

Serta 6,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menafsirkan temuan tersebut bahwa PSBB dilaksanakan setengah hati.

Baca juga: Menteri Pendidikan Malaysia Jelaskan Alasan Mengapa Sekolah Tetap Buka di Tengah Pandemi Covid-19

"Mungkin bagi mereka yang pro kesehatan, ketika PSBB dilaksanakan setengah hati, mereka merasa PSBB bukan jadi juru selamat satu-satunya terkait dengan kondisi yang mereka hadapi," kata Buhanuddin dalam rilis survei sevara virtual, Minggu (18/10/2020).

Ketimbang tidak jelas, kata Burhanuddin, responden memilih agar pemerintah mencari strategi lain ketimbang PSBB.

Baca juga: Polri Patroli Berjalan Kaki ke Rumah Warga, Sosialisasi 3M Cegah Penularan Covid-19

"Masif testing, tracing, dan isolating. Nah yang repot kalau strateginya enggak ada, di saat yang sama kondisi ekonomi makin keras," kata Burhanuddin.

Jika menilik ke bulan-bulan sebelumnya, responden yang memilih PSBB dihentikan cenderung fluktuatif.

Pada periode Juli, responden yang memilih PSBB dihentikan sebesar 60,6 persen, sementara ingin dilanjutkan sebesar 34,7 persen.

Kembali ke belakang yakni bulan Mei, persentase responden yang ingin PSBB disetop berada di angka 43,1 persen, sementara yang menilai PSBB musti dilanjutkan sebanyak 50,6 persen.

Dalam survei ini, jumlah responden yang dihimpun sebanyak 1.200 orang via telepon. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Survei dilakukan dalam rentang antara periode 24 sampai dengan 30 September 2020.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved