Breaking News:

Vaksin Sinovac untuk Penggunaan Darurat di Kota China Ditawarkan Seharga Rp 882 Ribu

Sebuah kota di Beijing menawarkan vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech kepada pekerja penting dan kelompok berisiko tinggi

Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Sebuah kota di Beijing menawarkan vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech kepada pekerja penting dan kelompok berisiko tinggi lainnya sebagai bagian dari program nasional dengan harga sekitar 60 dolar AS atau senilai Rp 882 ribu (1 dolar=Rp14.700).

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di kota Jiaxing (CDC) mengatakan dalam sebuah pernyataan di WeChat dua dosis kandidat vaksin, yang disebut CoronaVac, akan menelan biaya 200 yuan (29,75 dolar setara Rp436.590) per dosis dan vaksinasi akan dilakukan untuk kelompok-kelompok prioritas termasuk profesional medis.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Gedung KPK Disemprot Disinfektan

Pihak berwenang China sampai saat ini belum merilis rincian harga untuk vaksin Covid-19 potensial.

Ratusan ribu orang telah diberikan vaksin eksperimental dalam uji coba tahap akhir sebagai bagian dari program inokulasi darurat yang diluncurkan pada Juli lalu.

Tidak jelas apakah harga vaksin kepada kota Jiaxing termasuk subsidi.

CDC kota menolak berkomentar terkait hal tersebut.

Baca juga: Hari Ini Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di RS Wisma Atlet Tercatat Berjumlah 1.457 Orang

Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Vaksin ini sedang dalam uji coba tahap akhir di Brasil, Indonesia, dan Turki.

Perusahaan telah mengatakan analisis sementara data uji coba Fase 3 bisa dilaporkan pada awal November mendatang.

Bio Farma, perusahaan BUMN di Indonesia yang telah mencapai kesepakatan untuk setidaknya 40 juta dosis dari Sinovac, mengatakan minggu ini vaksin akan menelan biaya sekitar Rp200.000 (13,60 dolar) per dosis ketika tersedia di negara Asia Tenggara itu.

Baca juga: Cerita Meninggalnya Pollycarpus Karena Covid-19, Sempat Dirawat di RS Modular Simpruk

China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) mengatakan pada Agustus bahwa kandidat vaksin yang dikembangkan oleh satu unit mungkin menelan biaya tidak lebih dari 1.000 yuan (148,80 dolar atau Rp2.187.360 untuk dua dosis.

Seorang pejabat di Komisi Kesehatan Nasional China telah mengatakan, bagaimanapun, harganya akan lebih rendah.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved