Penanganan Covid
Cegah Penularan Covid-19, Satgas Imbau Jemaah Umrah dan Penyelenggara Perhatikan Test dan Karantina
Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada para jemaah yang akan menjalani ibadah umrah agar tetap mematuhi protokol kesehatan mencegah covid
Penulis:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada para jemaah yang akan menjalani ibadah umrah saat pandemi covid-19 agar tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona.
Juru Bicara Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bagi calon jemaah, harus mematuhi syarat jemaah yang bisa berangkat dan mematuhi protokol kesehatan sebelum, saat dan sampai kembali ke tanah air.
Penyelenggaraan ibadah umrah ke tanah suci harus merujuk pada regulasi yang menjadi pedoman penyelenggaraan ibadah umroh di masa pandemi Covid-19 yakni Keputusan Menteri Agama No. 719 Tahun 2020.
Wiku mengingatkan, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah.
Memperhatikan kuota pemberangkatan dan memperhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan dan kepulangan calon jemaah.
"Regulasi ini disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umrah sesuai dengan amanat Undang-undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan telah mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi," ujarnya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).
Baca juga: Tiga Jemaah Indonesia Positif Covid-19 Saat di Swab Ulang di Arab, Bisakah Melanjutkan Ibadah Umrah?
Baca juga: Umrah Saat Pandemi, Jika Ada Jemaah yang Terkonfirmasi Covid-19, Bisakah Uang Tiket Kembali?

Agar tidak terjadi penularan selama jemaah menjalani ibadah umrah. Penularan dapat dicegah apabila jemaah mematuhi protokol kesehatan 3M dan arahan petugas umrah di lapangan.
"Kami menghimbau semua jemaah yang kembali ke Indonesia agar menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri untuk meminimalkan penularan," ujar Wiku.
Kebijakan ibadah ini akan tetap diawasi dan dievaluasi sesuai perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dan Arab Saudi.
"Kita harus ingat, bahwa penerapan protokol kesehatan dapat secara efektif menurunkan risiko penularan Covid-19. Hal ini mengingatkan kita bahwa nilai gotong royong dalam kolaborasi pentahelix menentukan kesuksesan penanganan Covid-19," lanjut Wiku.
Mengingat juga waktu yang singkat antara keputusan dari pemerintah Arab Saudi dan persiapan keberangkatan, maka sosialisasi yang masif terkait protokol kesehatan untuk ibadah umrah selama pandemi, harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kantor wilayah Kementerian Agama di setiap daerah.
Serta memanfaatkan metode dan media yang disesuaikan dengan karakteristik calon jemaah umrah dan daerah asalnya.
Bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah umrah, maka penting untuk mengetahui dan mematuhi syarat-syarat yang tertuang dalam keputusan Menteri Agama No. 719 Tahun 2020.
Dan dengan dibukanya ibadah umrah selama pandemi Covid-19, Wiku mengingatkan ini menjadi bukti bahwa Indonesia bisa beradaptasi dengan dinamika kehidupan termasuk pandemi Covid-19.

Tiga Jemaah Positif Covid-19 Usai Dites Swab Ulang di Arab
iga jemaah asal Indonesia yang sedang menjalani ibadah umrah dinyatakan positif Covid-19 di Makkah, Arab Saudi.
Jemaah asal Indonesia diketahui terjangkit Covid-19, setelah pemerintah Arab Saudi melakukan tes swab ulang kepada para jemaah.
"Iya memang betul ada terdeteksi (positif Covid-19) tiga jemaah," ujar Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (5/11/2020).
Endang menduga pada saat di Indonesia, ketiganya belum menunjukan gejala Covid-19. Setelah pemerintah Arab Saudi melakukan tes Covid-19 ulang, akhirnya diketahui bahwa ketiga jemaah Indonesia tersebut positif corona.
Ketiganya langsung menjalani isolasi, hingga dinyatakan negatif dari Covid-19.
"Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Arab Saudi dalam penanganan kasus Covid-19, mereka melakukan test ulang. Yang bersangkutan sudah diisolasi," kata Endang.
Seperti diketahui, sebanyak 253 orang jemaah berangkat perdana setelah Arab Saudi membuka kembali ibadah umrah untuk jemaah luar negeri pada Minggu 1 November 2020.
Ratusan jemaah berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, penerbangan umrah dari Indonesia sempat ditutup sejak Februari 2020 akibat dampak dari pandemi Covid-19.
Penerbangan umrah perdana menggunakan maskapai Saudia nomor penerbangan SV 817 rute Jakarta-Jeddah dengan jadwal keberangkatan pukul 10.45 WIB dan landing 16.30 waktu setempat.
Adapun jemaah umrah asal Indonesia yang ikut di dalam penerbangan dengan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 777-300 ini berjumlah 253 orang jemaah.
Catatan redaksi:
Bersama-kita lawan virus Corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak)