Rabu, 27 Mei 2026

Virus Corona

Vaksin Pfizer Disebut Mencegah Covid-19 Hingga 90 Persen, Ini Kata Satgas

Vaksin eksperimental Covid-19 dari Pfizer tampaknya menunjukkan hasil yang memuaskan.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vaksin eksperimental Covid-19 dari Pfizer tampaknya menunjukkan hasil yang memuaskan.

Seperti yang dilansir NPR, vaksin Pfizer lebih dari 90 persen efektif mencegah Covid-19, menurut hasil klinis yang dirilis Pfizer pada hari Senin (9/11/2020).

Temuan itu berasal dari analisis sementara dari sebuah penelitian yang melibatkan 43.538 sukarelawan, 42 persen di antaranya memiliki 'latar belakang beragam'.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa seluruh kandidat vaksin yang saat ini dikembangkan akan selalu dikawal perkembangannya. 

Termasuk, vaksin Pfizer yang dinilai lebih dari 90 persen efektif mencegah Covid-19.

Wiku juga menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayanan vaksin yang saat ini tengah diuji coba.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Efektif, Apakah Indonesia Beli? Ini Kata Satgas

"Pada prinsipnya seluruh kandidat vaksin selalu dikawal perkembangan pengadaannya oleh BPOM untuk menjamin keamananan dan kelayakan sebelum didatangkan dan dipakai di Indonesia," kata Wiku saat dihubungi Tribunnews, Rabu (11/11/2020).

Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Wiku menambahkan, di tengah situasi saat ini, keselamatan masyarakat yang menjadi priorotas.

"Karena prinsip keselamatan dan kesehatan masyarakatlah yang utama," tambahnya.

Dalam rilis berita dari Pfizer dan mitranya BioNTech, 94 kasus Covid-19 yang dievaluasi di antara relawan menunjukkan vaksin itu lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

Sebelumnya, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) menetapkan batas efektivitas minimum vaksin yaitu 50 persen.

Vaksin dari Pfizer adalah vaksin eksperimental Covid-19 pertama yang dikembangkan yang bisa melampaui batas tersebut.

"Saya cenderung optimis. Saya telah mengembangkan vaksin selama lebih dari 35 tahun," kata Dr. William Gruber, wakil presiden senior penelitian klinis dan pengembangan vaksin di Pfizer.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved