Breaking News:

Penanganan Covid

Bertambah 4.173 Orang, Satgas Tegaskan Kasus Aktif Indonesia Lebih Rendah Dari Rata-Rata Dunia

Indonesia masih terus meningkatkan penanganan pandemi Covid-19 sehingga terlihat kondisinya cenderung lebih baik dari rata-rata dunia.

Tangkap layar channel YouTube BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia masih terus meningkatkan penanganan pandemi Covid-19 sehingga terlihat kondisinya cenderung lebih baik dari rata-rata dunia.

Wiku memaparkan data per 12 November 2020, meski terdapat penambahan kasus positif sebanyak 4.173 kasus, namun kasus aktif masih lebih rendah dari rata-rata dunia.

Hal itu disampaikan Wiku saat keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (12/11/2020).

"Jumlah kasus aktif 55.274 atau 12,22 persen, dimana kasus aktif dunia berada di angka 27,60 persen. Jumlah kasus sembuh di Indonesia pada saat ini 382.084 atau 84,5 persen, dimana kasus sembuh dunia menurun yaitu 69,93 persen. Untuk jumlah kasus meninggal kumulatif sebanyak 14.933 atau 3,3 persen dimana kasus meninggal dunia sebesar 2,45 persen. Wiku juga berharap," kata Wiku.

Baca juga: DKI Masih Punya 6 Ribu Kasus Aktif, Warga Ibu Kota Diminta Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Baca juga: Satgas Paparkan Perkembangan Penanganan Covid-19 yang Bervariasi di Tiap Provinsi

Kolase TribunNewsmaker - Xinhua via SCMP dan Shutterstock
Kolase TribunNewsmaker - Xinhua via SCMP dan Shutterstock (Tenaga medis dan ilustrasi corona virus.)

Wiku juga mengajak semua pihak untuk menjadikan data-data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 sebagai acuan dalam mengendalikan pengendalian Covid-19.

"Melalui data kasus positif, angka kesembuhan dan kematian, kita bisa menentukan prioritas penanganan untuk dapat mengendalikan penyakit ini sehingga semua yang sakit menjadi sembuh, tidak ada lagi yang meninggal, dan tidak ada kasus baru lagi," ujarnya.

Selain itu ia juga mengingatkan, bahwa bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-56, perlu dijadikan momentum untuk bersyukur atas nikmat sehat dari yang maha kuasa.

Peringatan tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena berada di tengah-tengah pandemi Covid-19.

"Kita perlu jadikan perayaan tahun ini, sebagi bentuk refleksi betapa pentingnya kesehatan bagi manusia sebagai modal untuk bisa tetap produktif. Untuk itu mari kira semarakkan peringatan kali ini dengan menjaga diri dan menjaga keluarga dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas," jelas Wiku.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved