Breaking News:

Penanganan Covid

PMI Siagakan Ratusan UDD Jelang Distribusi Vaksin Covid-19

PMI melalui jejaring relawannya akan digerakkan bilamana vaksin telah dinyatakan aman oleh otoritas atau pemerintah.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi: Petugas PMI Kota Semarang sedang melakukan pendataan darah di ruang distribusi darah dan pelayanan darah, Selasa (27/10/20). Sejumlah warga sedang melakukan donor darah di PMI Kota Semarang Jalan Mgr Sugiyopranoto. Untuk saat ini PMI Kota Semarang membutuhkan golongan darah AB. Dalam masa pandemi covid-19 petugas menerapkan physical distancing, cek suhu tubuh dan mewajibkan pendonor mencuci tangan sebelum memasuki ruang donor darah. Selain itu, petugas PMI meminta agar warga masyarakat untuk mendonorkan darahnya, karena stok darah di PMI Kota Semarang selama pandemi sudah mulai menipis. Warga bisa mendatangi Bis Donor Darah di dua tempat yaitu di Jalan Soekarno Hatta jam pelayanan mulai pukul 16.00 hingga pukul 19.30 WIB dan depan Kampus Undip Tembalang jam pelayanan mulai pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIB. Untuk pelayanan di PMI Kota Semarang buka mulai pukul 07.30 WIB sampai 20.30 WIB. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jelang pendistribusian vaksin, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (Sekjen PMI) Sudirman Said menyatakan kesiapan PMI membantu pemerintah dalam vaksinasi covid-19.

PMI melalui jejaring relawannya akan digerakkan bilamana vaksin telah dinyatakan aman oleh otoritas atau pemerintah.

Ratusan unit donor darah (UDD) PMI di sejumlah wilayah siap digerakkan mendistribusikan vaksin.

"Jika vaksin sudah siap disebar ke masyarakat kita siap bergerak," kata Sudirman Said dalam keterangannya, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Dubes RI di UEA Minta Masyarakat Indonesia Tak Takut Divaksinasi Covid-19

Soal ketersediaan vaksin COVID-19 di Indonesia, sampai saat ini PMI akan selalu membantu upaya pemerintah dalam hal vaksinasi.

Namun demikian, prinsip kehati-hatian sangat diutamakan dalam pelaksanaan vaksinasi, karena ini urusannya keselamatan manusia jangan sampai malah menimbulkan permasalahan baru.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Luhut Binsar Panjaitan meninjau operasi penanganan covid-19 PMI di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada September lalu.

Baca juga: Cerita Dubes RI di Uni Emirat Arab yang Jalani Vaksinasi Covid-19

Luhut meminta kesiapan PMI terlibat dalam vaksinasi di kemudian hari, karena menurutnya PMI memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam membantu vaksinasi.

Pelibatan PMI dalam vaksinasi ini diharapkan dapat lebih efektif dan efisien, mengingat penyuntikan vaksin nanti diperkirakan berjumlah jutaan orang dalam sebulan.

"UDD terbiasa dan terlatih dalam menangani transfusi darah, sehingga bisa membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi," katanya.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menambahkan PMI selalu siap membantu pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

Baca juga: Maybank Biayai Pengadaan Vaksin Covid-19 oleh Bio Farma Rp 2,68 Triliun

Selama pandemi COVID-19, PMI fokus melakukan pencegahan seperti disinfeksi massal di sejumlah tempat umum antara lain rumah ibadah, perkantoran, kantor pemerintahan dan jalan.

Upaya mematikan virus dengan cairan disinfektan ini ditaksir telah menjamah 101.802 lokasi.

Selain upaya mematikan virus, PMI juga aktif melakukan kampanye kesehatan dengan mengerahkan relawan masyarakat untuk menyebarkan imbauan gerakan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan imunitas tubuh," kata JK.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved