Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Covid-19 Gratis bagi Masyarakat Indonesia, Hanura: Langkah Tepat Akhiri Polemik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa vaksin Covid-19 gratis bagi masyarakat Indonesia.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa vaksin Covid-19 gratis bagi masyarakat Indonesia.

Terkait hal itu, politikus Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan langkah yang diambil Presiden Joko Widodo sudah tepat adanya guna mengakhiri polemik terkait vaksin

"Keputusan Presiden Jokowi untuk menggratiskan vaksin covid-19 bagi seluruh rakyat Indonesia sangat tepat. Sehingga mengakhiri polemik tentang silang pendapat vaksin mandiri dan vaksin gratis yang memenuhi ruang diskusi di dunia maya," ujar Inas, dalam keterangannya, Rabu (16/12/2020).

Inas mengatakan jika memang tetap ada vaksin yang mandiri atau berbayar maka status Covid-19 sebagai bencana nasional harus dihapus. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh beberapa pakar epidemiolog, dimana salah satunya adalah Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman yang merupakan warga negara Indonesia. 

"Jadi pemerintah harus mencabut lebih dulu status Covid-19 sebagai bencana nasional bila vaksinasi masih dibagi dalam skema gratis dan mandiri alias berbayar," kata dia. 

Di sisi lain, Inas menilai keputusan Presiden Jokowi sudah sesuai dengan Pasal 10 UU No. 4 tahun 1984, yakni bahwa Pemerintah bertanggung jawab untuk melaksanakan upaya penanggulangan wabah penyakit menular. 

Baca juga: BREAKING NEWS:Presiden Jokowi Menjadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Breaking News: Presiden Umumkan Vaksin Covid-19 Gratis Seluruhnya

Menurutnya, keputusan tersebut harus diapresiasi dengan menyebarluaskan berita gembira ini kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Jika masih ada tokoh masyarakat atau politisi yang terus mempersoalkan dan menolak pilihan vaksin yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah yakni vaksin sinovac, maka kita yakin mereka tidak akan mau disuntik vaksin sinovac," jelasnya. 

"Tapi apabila mereka ternyata menerima suntikan vaksin sinovac tersebut, maka sama saja dengan mereka menelan pernyataannya sendiri," tandasnya. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved