Breaking News:

Virus Corona

Pakar Sosiologi Bencana Apresiasi Sikap Terbuka Pemprov DKI Jakarta Dalam Tangani Covid-19

Pakar Sosiologi Bencana Sulfikar Amir mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penanganan Covid-19.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Tangkapan layar Pakar Sosiologi Bencana dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir dalam forum Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) 2020 yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Sosiologi Bencana dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta dalam upaya penanganan Covid-19.

Ia menilai, jajaran Anies Baswedan bekerja dengan pertimbangan para ahli dan pakar, dimana pemprov DKI terbuka untuk menerima masukan dan saran yang datang dari mana pun khususnya dari kelompok ilmuwan.

"Kita apresiasi, saya harus berikan pengakuan terhadap pemprov DKI karena kolaborasi yang baik ini," ujarnya dalam dalam forum Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) 2020 yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: 51 Persen Warga DKI Jakarta Miliki Inisiatif untuk Tes Covid-19 Mandiri

Sulfikar menuturkan, Jakarta hanya memiliki sumber daya manusia atau tenaga kesehatan sekitar 40 atau 50% dari kebutuhan yang sebenarnya.

Namun, melalui sikap terbuka atas kekurangan tersebut, dukungan yang datang dari berbagai elemen dari ilmuwan maupun dari kelompok masyarakat menjadi sangat bermanfaat dan membantu dalam upaya penanganan virus corona.

Baca juga: Polisi Periksa Ahli Bahasa hingga Kabiro Hukum Pemprov DKI soal Kasus Kerumunan Petamburan

"Pandemi ini adalah sebuah krisis yang sangat kompleks berkaitan dengan masalah kesehatan tapi juga berkaitan dengan perilaku sosial dan kondisi ekonomi serta banyak informasi yang beredar. Ini menjadi tantangan besar buat Jakarta," kata Sulfikar.

51 Persen Warga DKI Jakarta Miliki Inisiatif untuk Tes Covid-19 Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti mengatakan, sebanyak 51 persen warga Jakarta memiliki inisiatif untuk melakukan testing Covid-19 mandiri.

Ia mengatakan, kesadaran masyarakat dalam tes mandiri meringakan biaya penanganan Covid-19 Pemprov DKI yang selama ini mengandalkan APBD, APBN, maupun hibah luar negeri.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved