Sabtu, 30 Agustus 2025

Penanganan Covid

Anies: Jakarta Pernah Alami First Wave dan Second Wave Covid-19 

Anies Baswedan mengatakan bahwa Jakarta pernah mengalami gelombang pertama (first wave) dan gelombang kedua (second wave) Covid-19.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020). Sistem ganjil genap di ibu kota masih ditiadakan menyusul diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi. Perpanjangan masa PSBB transisi itu berlaku selama dua pekan ke depan yakni hingga 6 Desember 2020. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa Jakarta pernah mengalami gelombang pertama (first wave) dan gelombang kedua (second wave) Covid-19.

Misalnya pada pertengahan tahun lalu kasus Covid-19 melonjak tajam. 

"Saya ingin tunjukan bahwa Jakarta pernah mengalami first wave dan second wave. Apa yang terjadi? Di Jakarta ini bulan September ketika kita melakuan pengetatan," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Sabtu, (9/1/2021).

Dengan pengetatan aktivitas yang dilakukan saat itu, Anies mengatakan kurva penyebaran  Covid-19 di DKI Jakarta melandai bahkan turun. 

"Penurunannya itu sampai 50%. Dari angka 13 ribu menurun hingga 6 ribu kasus aktif di Jakarta," katanya.  

Menurut Gubernur, kasus Covid-19 kembali meningkat karena adanya liburan panjang.

Mobilitas masyarakat yang tinggi pada masa liburan membuat kasus Covid-19 kembali meningkat.

Baca juga: Ini Daftar Aktivitas dan Sektor yang Terkena Dampak Pengetatan PSBB Pekan Depan

"Kemudian ada liburan di sini, dan sesudah liburan, berubah, setelah liburan dia menanjak lagi. Sekarang ini kita berada di Januari, sedang di puncak-puncaknya," kata Anies.

Dengan pengetatan PSBB, Anies berharap kasus Covid-19 dapat dikendalikan. Apalagi tidak ada libur panjang yang memicu mobilitas masyarakat. 

"Kita berharap nantinya seperti tadi, mulai dengan landai, kemudian setelah melandai, kita berharap ini bisa turun. Turunnya kita berharap tuntas. Kenapa kita harapkan tuntas, karena pada saat ini kita tidak menyaksikan ada liburan panjang, tidak ada aktivitas-aktivitas memungkinkan mobilitas tinggi, karena itu kita berharap bisa mengendalikan ini sebaik-baiknya," pungkas Anies.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan