Breaking News:

Penanganan Covid

Kejar Herd Imunity, Satgas akan Sosialisasikan Vaksinasi Secara Masif

Satgas Covid-19 mengharapkan kepada pihak media massa dapat membantu pemerintah

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Wiku Adisasmito 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mensosialisasikan vaksinasi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa sosialisasi  disampaikan secara masif melalui saluran informasi resmi milik pemerintah, juga dibantu penyebarannya melalui pihak media massa. 

"Kami memahami, ada beberapa informasi yang mungkin masih sulit dimengerti. Maka dari itu, perihal vaksinasi akan terus disosialisasikan secara masif dan terus menerus untuk menjawab pertanyaan seputar vaksin yang ada di masyarakat saat ini," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (12/1/2021).

Dalam hal penyebarluasan program vaksinasi, Satgas Covid-19 mengharapkan kepada pihak media massa dapat membantu pemerintah.

Untuk menyampaikan informasi resmi tentang vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Satgas: Vaksin Sinovac Teruji Minim Efek Samping, Berkhasiat dan Halal

Ia meminta media massa dapat menyampaikan informasi yang mudah dimengerti dan dapat dipastikan kebenarannya melalui medianya masing-masing.  

Selain itu, Wiku menjelaskan tujuan vaksinasi yakni untuk memperoleh kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dibutuhkan 70 persen masyarakat yang divaksinasi agar mendapatkan herd imunity, karena tidak semua masyarakat dapat divaksin.

"Dalam masa pandemi untuk membentuk kekebalan kelompok tidak harus memvaksinasi seluruh individu, karena tidak semau individu bisa divaksinasi seperti mereka yang memiliki masalah kesehatan," lanjutnya. 

Indonesia sendiri melaksanakan vaksinasi dengan memprioritaskan kelompok masyarakat tertentu. Diantaranya yakni yang memiliki risiko tertular Covid-19 lebih tinggi daripada lainnya.

"Herd imunity akan tercapai apabila penularannya menurun terus menerus sampai sangat minimal atau tidak ada sama sekali," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved