Breaking News:

Penanganan Covid

Menlu: Vaksin Multilateral Kemungkinan Akan Tersedia Pada Kuartal Kedua Tahun 2021

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan kabar gembira soal perkembangan vaksin multilateral.

istimewa
Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan kabar gembira soal perkembangan vaksin multilateral. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan kabar gembira soal perkembangan vaksin multilateral.

Retno mengatakan komunikasi intensif yang baik telah dilakukan dengan WHO maupun dengan GAVI memperlihatkan adanya tren kemajuan yang memungkinkan vaksin jalur multilateral akan tersedia pada kuartal kedua di tahun 2021.

“Jika di awal vaksin melalui track multilateral ini kemungkinan besar baru tersedia di kuartal ketiga atau keempat, maka dalam komunikasi kita terakhir-terakhir ini, vaksin multilateral kemungkinan besar sudah tersedia pada kuartal kedua 2021,” kata menlu dalam konferensi pers Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Fokus Penanganan Covid-19, Sri Mulyani Minta Kementerian Berhemat

Namun, Menlu menegaskan terdapat beberapa proses yang harus dilakukan oleh Ekonomi AMC 92.

Indonesia sendiri telah menyampaikan submisi yang dipersyaratkan kepada COVAX, berupa Expression of interest pada 16 Oktober 2020,

Indonesia juga melakukan pengisian form permintaan bantuan teknis pada 27 November 2020, form permintaan vaksin bagian A pada 7 Desember 2020, serta form permintaan vaksin bagian B terkait indemnifikasi pada 8 Januari 2021.

Baca juga: Tak Hanya Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19, Kasus Kematian Harian Juga Catatkan Angka Tertinggi

“Submisi berikutnya adalah form Cold Chain Equipment (CCE) Support Request terkait kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin vaksin pada Q1 2021,” kata Retno.

Selain itu, Indonesia menerima mandat baru dengan terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjadi salah satu Co-Chairs dari COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX-AMC EG) pada Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Cerita Ketua Kadin Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Tetap Enak, Semangat dan Nyaman

Menlu terpilih berdasarkan pemilihan yang dilangsungkan secara virtual dari Jenewa, Swiss, pada tanggal 8 hingga 12 Januari 2021.

Indonesia mendapatkan suara terbanyak yaitu 41% dari suara masuk. Suara terbanyak kedua diperoleh oleh Menteri Kesehatan Ethiopia

Selain Indonesia dan Ethiopia yang mewakili AMC 92 Economies, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Karina Gould juga terpilih mewakili negara donor sebagai co-chair.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved