Breaking News:

Virus Corona

Menkes Minta Tambahan Anggaran Vaksin Sinovac, Sahroni: KPK Harus Awasi

Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengawasi anggaran pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac yang diimpor dari China. 

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI NAKES - Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1). Sebanyak 60 tenaga kesehatan di RS Husada Utama di vaksinasi Covid-19 pada hari pertama. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengawasi anggaran pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac yang diimpor dari China. 

“Seperti yang kita tahu, anggaran untuk menanggulangi Covid-19 ini besar sekali, karenanya KPK harus benar-benar mengawasi, jangan sampe nanti jadi masalah dikemudian hari,” ujar Sahroni kepada wartawan, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Menurut Sahroni, anggaran yang besar tentunya menjadi sasaran empuk bagi koruptor, sehingga harus ditingkatkan pengawasannya oleh KPK. 

"Diikuti terus seluruh prosesnya, dipastikan semuanya clear dan wajar, dan yang pasti pengawasan yang tidak main-main. Soalnya ini soal hidup mati rakyat," papar politikus NasDem itu. 

Legislator asal Tanjung Priok itu pun meminta KPK bersinergi dan bekerja sama dengan lembaga lain dalam melakukan pengawasan, hingga hasilnya bisa maksimal.

Baca juga: Kepala BPOM Sebut Vaksin Sinovac Naikkan Kekebalan Tubuh hingga 23 Kali Lipat 

"Saya juga meminta kepada Ketua KPK agar tidak ragu untuk kerjasama dengan lembaga lain jika memang dibutuhkan, yang penting awal sampe akhir pokoknya semua aman, bersih, clear," tutur Sahroni.

Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku telah mengajukan anggaran atas pengadaan vaksin corona atau Covid-19 Sinovac China. 

Total anggaran impor vaksin corona Sinovac yang diajukan kepada Menkes ke Kementerian Keuangan sebesar Rp 20,9 triliun.

"Anggarannya (terkait impor vaksin corona) sudah kami masukkan, baru sekitar Rp 20,9 triliun. Usulan anggaran baru ini hanya untuk vaksin corona Sinovac karena memang yang lainnya waktu itu angkanya belum sempat masuk dari Bio farma," ujar Budi Gunadi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).
 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved