Breaking News:

Penanganan Covid

Laporan KIPI, Reaksi Pasca Disuntik Vaksin Covid-19 Ringan dan Tidak Serius

Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) hingga saat ini semua reaksi masih bersifat ringan dan tidak ad

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dokter puskesmas menyiapkan vaksin Covid-19 produk Sinovac untuk disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Pelindung Hewan, Jalan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi Covid-19 kedua untuk tenaga kesehatan sudah mulai dilaksanakan secara bertahap, namun masih banyak tenaga kesehatan yang baru menjalani penyuntikan dosis pertama karena hambatan terkait database dan aplikasi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, hingga kemarin (1/2) tercatat lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan dan SDM mendukung kesehatan telah menerima suntikan vaksin Covid-19.

Ia mengatakan, sejauh ini laporan reaksi pasca suntikan vaksin terbilang ringan dan tidak serius.

Hal itu disampaikan Nadia dalam sambutan kedatangan vaksin tahap empat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang dikutip Tribunnews.com dari siaran langsung channel Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ungkap Sikap Keluarga Saat Raffi Ahmad Disoroti Usai Divaksin Corona, Dinasihati

Baca juga: Sekjen Kemenkes Sebut 500 Ribu Nakes Telah Vaksinasi Covid-19 

"Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) hingga saat ini semua reaksi masih bersifat ringan dan tidak ada yang serius," ungkap dr.Nadia.

Ia mengatakan, antusiasme tenaga kesehatan untuk mendukung program vaksinasi dalam dua minggu awal pelaksanaan vaksinasi, menunjukkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap diri mereka dari Covid-19.

"Vaksinasi sangat penting dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan resikonya," imbuh dia.

Nadia melanjutkan, melihat jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi, pihaknya optimistis target vaksinasi tahap pertama akan rampung akhir Februari ini.

Diketahui, dalam skema penerima vaksin yang disusun pemerintah target nakes dan SDM mendukung kesehatan yang menerima suntikan vaksin sebanyak 1,5 juta orang.

"Pengalaman puluhan tahun melakukan imunisasi maka kami optimis 1,5 juta target tenaga kesehatan dapat tercapai paling lambat akhir Februari," ujar perempuan berhijab ini.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved