Breaking News:

Penanganan Covid

Sanksi Bagi Penolak Vaksin, Anies: Ngobrolnya Nanti Aja Kalau Jumlah Vaksin Udah Banyak

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berbicara sanksi bagi warga yang menolak vaksinasi Covid-19.

TribunJakarta/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengunjungi permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berbicara sanksi bagi warga yang menolak vaksinasi Covid-19.

Menurutnya saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan sanksi.

Pasalnya kata dia, dosis vaksin masih terbatas. Bahkan belum sebanding dengan jumlah warga di ibu kota.

"Saat ini jumlah vaksinnya saja masih terbatas. Jangankan yang mau dan tidak mau, wong vaksinnya saja terbatas," ucap Anies kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Soroti soal Sanksi Bagi Penolak Vaksin, PKS: Pemerintah Langgar Kesepakatan dengan DPR

Ia mengatakan pembicaraan mengenai sanksi baru bisa didiskusikan jika ketersediaan dosis vaksin sudah memenuhi lebih dari kebutuhan.

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Tribunnews/Herudin
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Sehingga kata dia, untuk saat ini lebih baik memberikan vaksin kepada mereka yang mau menerimanya.

"Kita ngomong begitu kalau vaksinnya sudah lebih banyak dari jumlah penduduknya. Sekarang vaksinnya masih sedikit kok yang mau aja yang divaksin, gampang kan," jelas dia.

"Ngobrolnya nanti kalau sudah vaksinnya lebih banyak dari pada jumlah penduduk," pungkas Anies.
 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved