Breaking News:

Penanganan Covid

Ini Alasan Pemerintah Terapkan 5 Hari Karantina Covid-19 Bagi WNI dan WNA yang Tiba di Indonesia

Pemerintah diketahui menyusun aturan bahwa setiap WNI atau WNA yang tiba harus mengikuti karantina  selama 5 hari dengan dua kali Swab PCR.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas bandara memeriksa penumpang di pintu kedatangan Internasional bandara dalam simulasi penanganan wabah virus corona di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang oleh Angkasa Pura 1, KKP, Imigrasi dan sejumlah stakeholder, Kamis (30/01/20). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Subbidang Testing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Dr. dr. Budiman Bela, Sp.MK, menjelaskan pentingnya seseorang yang tiba dari luar negeri baik WNI dan WNA mengikuti prosedur kekarantinaan Covid-19 yang disusun pemerintah.

Pemerintah ujar Budiman, ingin menekan semaksimal mungkin kasus impor Covid-19 dari luar negeri.

Pemerintah diketahui menyusun aturan bahwa setiap WNI atau WNA yang tiba harus mengikuti karantina  selama 5 hari dengan dua kali Swab PCR.

Ada sejumlah kemungkinan seseorang dari luar negeri positif Covid-19, meski sejak berangkat dari negara asal mengantongi surat negatif Covid-19.

1. Terpapar Saat Masa Tunggu Hasil PCR

Bahwa ada orang-orang yang telah diperiksa di luar negeri itu spesimen diambil tiga hari sebelumnya.

Sebelum mereka berangkat mereka diperiksa di negara asalnya dan kemudian hasilnya negatif.

"Masa tenggang waktu antara spesimen pemeriksaan itu diambil sampai dengan keberangkatan itu masih ada potensi dia terpapar covid," ujarnya dalam diskusi virtual BNBP, Rabu (23/2/2021).

2. Selama Perjalanan

Budiman mengatakan, selama di Airport atau di dalam pesawat masih bisa terinfeksi.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved