Virus Corona
Alasan Bayi dan Anak-anak Belum Bisa Terima Vaksinasi Covid-19
Bayi dan anak-anak belum masuk kategori penerima vaksin Covid-19 karena pengembangannya masih dalam tahapan uji klinik.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bayi dan anak-anak belum dapat menerima vaksinasi Covid-19 dalam waktu dekat, meski program vaksinasi Covid-19 di Indonesia bahkan dunia telah dimulai.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI) Aman B Pulungan mengatakan, bayi dan anak-anak belum masuk kategori penerima vaksin Covid-19 karena pengembangannya masih dalam tahapan uji klinik.
Ia mengatakan, vaksinasi untuk kelompok rentan ini tetap diperlukan.
Baca juga: Presiden Ghana Jadi Yang Pertama Terima Suntikan Vaksin Covax di Dunia
Baca juga: Menkes Sebut Mutasi Virus Corona B117 Lebih Menular, Lebih Fatal atau Tidak? Vaksin Ampuh Mengatasi?
"Bayi dan anak perlu dilindungi namun vaksin Covid-19 untuk anak masih menunggu hasil uji klinik," ujarnya dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Rabu (3/3/2021).
Diketahui, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyatakan, akan memberi lampu hijau jika vaksin Covid-19 untuk usia 18 tahun ke bawah setelah selesai menjalani serangkaian uji klinik.
WHO sedang memberikan penilaian pada vaksin merk Pfizer yang sedang menjalani uji klinik tersebut.
Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Dokter Jose Romero dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi CDC menyatakan, uji coba vaksin untuk anak akan berlangsung pada kuartal kedua 2021.
Bila vaksin terbukti aman dan efektif, anak berumur 18 tahun ke bawah bisa menerima suntikan vaksin pada pertengahan hingga akhir 2021.
Pada umumnya, uji coba vaksin diperuntukkan bagi orang berusia dewasa lebih dulu.
Namun yang pasti vaksin anak tak bisa didistribusikan sebelum menjalani serangkaian uji klinis dan terbukti aman serta efektif.
Dengan demikian, jalan vaksin untuk anak masih panjang.
Penelitian vaksin akan berfokus pada dosis, jumlah dosis, dan jarak pemberian dosis untuk disesuaikan dengan usia anak.
Ketika vaksin anak sudah menunjukkan keamanan pada anak berusia lebih tua, pengujian bisa bergeser ke anak yang lebih kecil.
Misalnya 6-12 tahun. Lalu perlahan uji klinis dilakukan terhadap anak yang berusia di bawahnya hingga bayi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-ilustrasi-penyuntikan-vaksin.jpg)