Breaking News:

Epidemiolog UI Imbau Pemerintah Tidak Menekan Penyebaran Vaksinasi

Epidemiolog Universitas Indonesia dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D mengungkapkan cara strategis untuk menyebarkan vaksin

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga lansia secara drive thru di Kemayoran Jakarta, Rabu (3/3/2021). Kementerian Kesehatan menggandeng penyedia jasa layanan kesehatan daring yaitu Halodoc menyediakan layanan vaksinasi secara drive thru bagi warga yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) agar protokol kesehatan dapat diterapkan dengan mengurangi kerumunan karena para lansia tidak perlu mengantre hingga panjang. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews,com, Fauzi Nur Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai melaksanakan program vaksinasi pada Rabu 13 Januari 2021 lalu.

Vaksin keluaran bio farma ini sudah mulai disebarkan ke beberapa masyarakat.

Epidemiolog Universitas Indonesia dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D mengungkapkan cara strategis untuk menyebarkan vaksin, salah satunya dengan menentukan prioritas.

Baca juga: Raih Kepercayaan Konsumen Dengan Mempercepat Program Vaksinasi Nasional

“Vaksinasi harus dilakukan secara strategis. Kita harus lebih cerdas dan lebih cermat untuk menentukan urutan-urutan prioritas bagaimana kita melakukan vaksinasi,” kata Pandu.

Pada Forum Diskusi Salemba Universitas Indonesia yang bertajuk Strategi Indonesia dalam Proses Vaksinasi Mandiri Covid-19, Pandu Riono juga menyampaikan agar pemerintah tidak terburu-buru dalam melakukan penyebaran vaksin ke seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mulai Juli, Menkes Targetkan 1 Juta Orang Divaksinasi Covid-19 Per Hari

“Jangan digeber rata seluruh provinsi harus melakukan vaksinasi, jangan dulu semua penduduk harus divaksinas. Kita harus menggunakan prioritas karena apa, pertama harus mengendalikan dulu menekan angka kematian dan mortalitas penduduk,” katanya.

Dirinya menyebutkan bahwa lansia dan nakes merupakan prioritas utama untuk mendapatkan vaksinasi di berberapa provinsi.

“Disetiap provinsi berbeda-beda hal itu yang harus dicapai pertama kali, Nakes itu gelombang pertama bersama lansia. Nakes itu penting karena sudah banyak yang meninggal. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan Indonesia kolaps,” ujarnya.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved