Breaking News:

Jokowi Nilai Kebijakan PPKM Mikro Membuahkan Hasil Baik dalam Penanganan Covid-19 

Presiden menyebut, penambahan kasus Positif Covid-19 dalam satu minggu terkahir juga mengalami penurunan

Jatengprov.go.id
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku diledek Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjajal KRL Yogya-Solo, Senin (1/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Pulau Jawa dan Bali telah menunjukkan hasil yang cukup baik.

Indikatornya diantara lain yakni kasus mingguan Covid-19 di wilayah yang menerapkan PPKM mikro trend nya terus menurun.

"Penambahan kasus mingguan di tujuh provinsi di DKI Jakarta, di provinsi Banten, di provinsi Jawa Barat, di provinsi Jawa Tengah, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, di provinsi Jawa Timur dan di provinsi Bali. Kelihatan sekali trendnya terus menurun," kata Presiden.

Selain itu kata Presiden penambahan kasus Positif Covid-19 dalam satu minggu terkahir juga mengalami penurunan.

Sebelum menerapkan PPKM Mikro kasus Covid-19 pernah mencapai angka 14 ribu samapi 15 ribu kasus dalam satu hari yakni pada Januari lalu. Jumlah tersebut kemudian menurun  menjadi 10.180 kasus pada 22 Februari, dan pada 3 maret lalu menjadi hanya 6.808 kasus.

"Ini sangat bagus dan kita harapkan kita terus tetap bekerja keras agar trend laju penurunan ini bisa turun, turun, dan terus turun," katanya.

Indikator lainnya yakni dari jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 3 Maret lalu yang berada di bawah rata rata dunia.

Baca juga: Terbukti Jadi Pelaku Utama Suap, Jaksa Minta Hakim Tolak Justice Collaborator Djoko Tjandra

Kasus aktif di Indonesia hanya 11,11 persen, sementara kasus aktif dunia 18,85 persen.

Begitu juga dengan rata-rata kesembuhan di Indonesia yang lebih baik dari rata rata kesembuhan dunia.

Berdasarkan data per 3 Maret 2021, Indonesia berada di angka 86,18 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata dunia yang berada di angka 78,93 persen.

Begitu juga dengan angka kematian yang menunjukkan adanya perbaikan sejak awal Covid-19.  Meskipun rata rata angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi dari rata rata dunia. 

Berdasarkan data per 3 Maret, rata-rata kematian di Indonesia berada di angka 2,7 persen. Sementara rata-rata angka kematian di dunia berada di angka 2,22 persen.

"Angka-angka seperti ini kalau kita lihat secara detil kasus harian semakin turun dan semakin turun tetapi sekali kita harus tetap waspada. kita harus bekerja keras agar kasus aktif Covid-19 harian semakin turun semakin turun tanpa mengurangi tes, testing yang dilakukan setiap harinya," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved