Breaking News:

Penanganan Covid

Polri Diminta Antisipasi Peredaran Vaksin Covid-19 Palsu

muncul informasi dari Badan Koordinasi Kepolisian Global interpol terkait temuan adanya sindikat distributor vaksin virus corona (Covid-19) palsu glob

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bandung menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada pekerja/pedagang pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di 23 Paskal Shopping Centre, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/3/2021). Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua kepada para pekerja dan pedagang di pusat perbelanjaan atau mal yang masuk kategori pelayanan publik, sebagai bentuk konkret dalam menjaga kedinamisan kegiatan perdagangan. Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dosis pertama di mal ini diberikan kepada 200 pelayan yang bertugas langsung dengan publik. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak Februari lalu, pemerintah Indonesia sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk beberapa kalangan prioritas.

Namun belakangan ini, muncul informasi dari Badan Koordinasi Kepolisian Global interpol terkait temuan adanya sindikat distributor vaksin virus corona (Covid-19) palsu global di China dan Afrika selatan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni meminta Kepolisian Indonesia untuk segera turun tangan serta melipatgandakan pengawasan terhadap distribusi pengedaran vaksin di Indonesia.

“Adanya isu terkait vaksin palsu yang tersebar di beberapa negara di Asia dan Afrika ini sungguh menghawatirkan. Memang untuk saat ini vaksin palsu tidak ditemukan di Indonesia, akan tetapi, dengan ada informasi tersebut kita perlu waspada. Saya meminta kepada Polri untuk mengawal penuh, mengawasi jalur distribusi, serta melakukan upaya mitigasi mencegah perederan vaksin palsu ini," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Sahroni menjelaskan meskipun vaksin palsu belum ditemukan, Indonesia merupakan satu di antara negara yang rawan mendapatkan vaksin palsu tersebut.

Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Masyarakat Tidak Termakan Hoaks: Vaksin Itu Aman dan Halal

“Besarnya penduduk Indonesia yang harus divaksin membuat potensi orang-orang jahat yang ingin memasukan vaksin palsu sangat besar. Banyak permintaan, supplynya juga masih dikit, hingga peluang vaksin palsu juga semakin tinggi," ucapnya.

Lebih Lanjut, Sahroni menyebutkan pengawasan ini penting, demi mengantisipasi jangan sampai munculnya kasus vaksin palsu menurunkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinisasi.

“Pemerintah kita sedang berupaya mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksin Covid-19. Jangan sampai temuan vaksin palsu ini menimbulkan rasa ketakutan dan ketidakpercayaan masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksin. Karenanya, peredaran vaksin palsu ini perlu betul-betul diantisipasi,” pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved