Virus Corona

BREAKING NEWS Update Corona Indonesia 12 Maret 2021: Tambah 6.412 Kasus, Total 1.410.134 Positif

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, bertambah 6.412 pasien pada Jumat (12/3/2021).

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Covid-19. Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, bertambah 6.412 pasien pada Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, bertambah 6.412 pasien pada Jumat (12/3/2021).

Sehingga, saat ini total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 1.410.134 kasus, dari sebelumnya yang sebanyak 1.403.722 kasus.

Hal itu tercatat dalam website resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional, covid19.go.id, pada Jumat sore pukul 17.32 WIB.

Kabar baiknya, sebanyak 6.851 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Baca juga: Eijkman Dorong Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19, Sebelum Virus Corona Banyak Bermutasi

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Bisnis Cathay Pacific Merugi Rp 40 Triliun

Jumlah pasien sembuh diketahui bertambah menjadi 1.231.454 dari sebelumnya sebanyak 1.224.603 pasien.

Sementara pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 180 pasien.

Sehingga, total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 38.229 dari sebelumnya 38.049 pasien.

Penambahan kasus positif Covid-19 itu tersebar di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

Baca juga: Pengakuan Jonatan Christie Seusai Jalani Vaksikasi Covid-19 Dosis Kedua

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Tokyo Jepang Meningkat Lagi, Maid Cafe Langgar Aturan Pemda

Waspadai Mutasi Baru Corona N439K

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai varian baru mutasi virus Corona N439K.

Menurut IDI, mutasi baru N439K ini dinilai lebih 'pintar' dibandingkan jenis mutasi Corona yang sudah ditemukan sebelumnya.

Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV pada Kamis (11/3/2021), Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, mengungkap mutasi N439K sudah ada di Indonesia.

Baca juga: Jaga Kesehatan, Kondisi Ini Dapat Berujung Fatal Bagi Orang yang Terinfeksi Covid-19

Baca juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Mengajarkan Institusi Pendidikan Mendobrak Cara-cara Lama

Hingga saat ini, total sudah ada 48 kasus yang ditemukan dari 547 sampel yang disequens dan dikirimkan ke bank data Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data (GISAID).

Menurut keterangan Prof Amin, tingkat keganasan mutasi N439K ini tidak jauh berbeda dengan mutasi Corona yang ada sebelumnya dan tidak ada perbedaan yang signifikan.

Namun dampak dari mutasi N439K tersebut adalah dapat menginfeksi seseorang dengan lebih mudah.

"Kalau dari tingkat keganasannya, prevalensinya, nggak berbeda dengan jenis lainnya, tetapi dia bisa mengikat pada sel manusia itu lebih kuat, dua kali lebih kuat, dampaknya bisa menginfeksi lebih mudah," kata Prof Amin dikutip dari Kompas TV.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved