Breaking News:

Virus Corona

Reaksi AstraZeneca Saat Banyak Negara Menunda Menggunakan Vaksin Buatannya

Banyak negara yang memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca pasca munculnya beberapa kasus pembekuan darah.

Paul ELLIS / AFP
Reaksi AstraZeneca Saat Banyak Negara Menunda Menggunakan Vaksin Buatannya 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Banyak negara yang memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca pasca munculnya laporan bahwa beberapa warga Eropa mengalami pembekuan darah pasca divaksinasi.

Lalu bagaimana tanggapan AstraZeneca?

Dikutip dari laman The Local, Rabu (17/3/2021), AstraZeneca yang merupakan sebuah perusahaan Anglo-Swedia yang mengembangkan vaksin ini bersama dengan Universitas Oxford, telah mempertahankan keyakinan bahwa produknya aman untuk digunakan.

Seperti yang disampaikan Kepala Petugas Medis AstraZeneca, Ann Taylor dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Daftar Negara yang Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca karena Khawatir Dampaknya

Baca juga: Timbulkan Keraguan, Kemenkes Tak Sarankan Pengujian Antibodi Mandiri Pasca Vaksinasi

"Sekitar 17 juta orang di Uni Eropa dan Inggris sekarang telah menerima vaksin kami, dan jumlah kasus pembekuan darah yang dilaporkan dalam kelompok ini lebih rendah dibandingkan ratusan kasus yang diperkirakan terjadi pada populasi pada umumnya," kata Taylor.

Menurutnya, sifat pandemi ini telah menyebabkan peningkatan perhatian dalam kasus individu.

"Dan kami telah melampaui praktik standar untuk pemantauan keamanan obat-obatan berlisensi dalam melaporkan kejadian vaksin, ini tentunya untuk memastikan keamanan publik," tegas Taylor.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin lalu bahwa negara-negara harus terus menggunakan vaksin dari AstraZeneca.

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. (JOEL SAGET / AFP)

Hal ini disampaikan setelah banyak negara menghentikan sementara penggunaan vaksin tersebut karena kekhawatiran terjadinya pembekuan darah pada warga yang memperoleh vaksinasi.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved