Breaking News:

Virus Corona

Menkes: Lonjakan Kasus di Eropa Karena Strain Baru yang Sudah Masuk Ke Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Eropa karena munculnya strain virus baru Corona.

AFP/ANDREW MILLIGAN
Seorang teknisi laboratorium yang mengenakan APD lengkap (alat pelindung diri) membersihkan tabung reaksi yang berisi sampel langsung yang diambil dari orang yang diuji untuk coronavirus baru, di fasilitas Lighthouse Lab baru yang didedikasikan untuk pengujian COVID-19, di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow. Rabu (22 April 2020). Laboratorium adalah bagian dari jaringan fasilitas pengujian diagnostik, bersama dengan situs Lab Lighthouse lainnya di Milton Keynes dan Cheshire, yang akan menguji sampel dari pusat pengujian regional di sekitar Inggris di mana staf NHS dan pekerja garis depan dengan dugaan Infeksi Covid-19 telah dilakukan apusan untuk pengujian. (Foto oleh Andrew Milligan / POOL / AFP) 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Eropa karena munculnya strain virus baru Corona.

Strain tersebut kata Budi sudah masuk ke Indonesia sejak Januari lalu.

"Di beberapa negara Eropa, sudah terjadi kenaikan kasus kembali, kita amati memang terjadinya karena adanya strain baru yang  sudah datang di Indonesia sejak Januari," kata Budi dalam Konferensi pers virtual di Kantor Presiden, Jumat, (26/3/2021).

Selain karena strain virus baru, lonjakan kasus terjadi karena adanya mobilitas warga yang terlalu agresif di eropa.

Oleh karena itu Presiden Jokowi, kata Budi, meminta untuk dilakukan langkah antisipasi. 

"Arahan bapak presiden coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus, penurunan karena program PPKM mikro dan vaksinasi kita tidak kehilangan momentum perbaikannya, dengan demikian diharapkan agar kita bisa terus turun dan tidak mengalami lonjakan seperti yang terjadi di Eropa," katanya.

Budi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski telah menjalani vaksinasi.

Baca juga: Ada Mutasi Virus Corona, Agenda Vaksinasi Harus Terus Dipantau

Karena menurut Budi, masyarakat yang telah vaksinasi tetap berpotensi tertular virus Corona atau SARS-CoV-2 meskipun gejala yang ditimbulkan tidak separah sebelum disuntik vaksin.

"Vaksinasi bukan  membuat kita kebal, tidak mungkin terkena, tetapi itu masih bisa terkena cuma karena antibodinya kita sudah baik, kita akan segera cepat sembuh dan tidak usah ke Rumah Sakit, tapi masih bisa menularkan. Oleh karena itu, tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sehingga adanya strain baru pun tidak usah kita khawatirkan," pungkasnya.

Sebelumnya dalam satu pekan ke belakang sejumlah negara Eropa mengalami lonjakan kasus Covid-19. 

Bahkan Perancis dan Polandia menerapkan karantina wilayah parsial untuk menekan laju penyebaran Corona. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved