Breaking News:

Penanganan Covid

Kedatangan Vaksin Terbentur Embargo, Jokowi Minta Kepala Daerah Susun Strategi

mbargo vaksin yang dilakukan beberapa negara di Eropa karena adanya lonjakan kasus covid-19 bakal terjadi.

dokumentasi Kominfo
Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin Covid-19 CoronaVac dari Sinovac sebanyak 16 juta vaksin termasuk 1,5 overfilled dalam bentuk bulk, pada Kamis (25/3/2021). 

Selain karena strain virus baru, lonjakan kasus terjadi karena adanya mobilitas warga yang terlalu agresif di eropa. Oleh karena itu Presiden Jokowi, kata Budi, meminta untuk dilakukan langkah antisipasi.

"Arahan bapak presiden coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus, penurunan karena program PPKM mikro dan vaksinasi kita tidak kehilangan momentum perbaikannya, dengan demikian diharapkan agar kita bisa terus turun dan tidak mengalami lonjakan seperti yang terjadi di Eropa," katanya.

Budi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski telah menjalani vaksinasi. Karena menurut Budi, masyarakat yang telah vaksinasi tetap berpotensi tertular virus Corona atau SARS-CoV-2 meskipun gejala yang ditimbulkan tidak separah sebelum disuntik vaksin.

"Vaksinasi bukan membuat kita kebal, tidak mungkin terkena, tetapi itu masih bisa terkena cuma karena antibodinya kita sudah baik, kita akan segera cepat sembuh dan tidak usah ke Rumah Sakit, tapi masih bisa menularkan.

Oleh karena itu, tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sehingga adanya strain baru pun tidak usah kita khawatirkan," pungkasnya.

Datang Bertahap
Vaksin Covid-19 Coronavac dari Sinovac akan bertahap berdatangan ke Indonesia. Rencananya setiap bulan perusahaan farmasi asal Tiongkok itu akan menyuplai bahan baku vaksin sebanyak 20 - 30 juta.

Juru Bicara Bio Farma untuk Vaksinasi Bambang Heryanto mengatakan, sebelumnya Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin asal Sinovac sebanyak 140 juta vaksin. Ratusan juta vaksin tersebut akan tiba di Tanah Air bertahap hingga Juli 2021.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan layanan penyuntikan Vaksin Sinovac dosis pertama kepada pelayan publik pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021). Pada kegiatan ini, sebanyak 1.100 petugas pelayan publik menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, yang terdiri dari berbagai unsur seperti Satpol PP, PD Kebersihan, Organda, Dishub, Diskar PB, Cagar Budaya, PDAM, pekerja pariwisata, dan dosen perguruan tinggi. Penyuntikan vaksin ini terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 tahap kedua tuntas pada Mei 2021. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan layanan penyuntikan Vaksin Sinovac dosis pertama kepada pelayan publik pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021). Pada kegiatan ini, sebanyak 1.100 petugas pelayan publik menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama, yang terdiri dari berbagai unsur seperti Satpol PP, PD Kebersihan, Organda, Dishub, Diskar PB, Cagar Budaya, PDAM, pekerja pariwisata, dan dosen perguruan tinggi. Penyuntikan vaksin ini terus dilakukan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19 tahap kedua tuntas pada Mei 2021. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Sinovac kita datangkan 20 sampai 30 juta per bulan untuk menjaga kecepatan vaksinasi program pemerintah tapi tentunya nanti juga kita juga akan siapkan juga ya kedatangan yang lain, bisa jadi dari AstraZeneca melalui COVAX maupun jalur bilateral," ujar Bambang.

Indonesia kini memiliki total 53,5 juta bahan baku vaksin Covid-19 asal Sinovac dan akan diproduksi menjadi sekitar 43 juta vaksin jadi. Ia mengatakan, Bio Farma sudah memulai produksi vaksin sejak kedatangan pertama bulk pada 13 Januari lalu.

Bio Farma sampai saat ini telah memproduksi sekitar 24 juta dosis vaksin jadi. "Kita distribusikan hampir 17 juta ya ke seluruh daerah Indonesia dari 24 juta yang diproduksi tapi tentu 17 juta dosis vaksin ini sudah mendapatkan lot release dari Badan POM," terang Bambang.

Halaman
1234
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved