Breaking News:

Penanganan Covid

Cara Menkes Upayakan Vaksin AstraZeneca: Temui Menlu Inggris Hingga Bersurat ke Presiden GAVI

Produsen vaksin AstraZeneca di India melakukan embargo seiring dengan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (8/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen vaksin AstraZeneca di India melakukan embargo seiring dengan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Kebijakan tersebut berimbas pada pengiriman vaksin AstraZeneca dari India ke Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga saat ini belum ada konfirmasi secara tertulis dari pihak Covax/The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI).

Baca juga: Kemendikbud: Satu Juta Guru Telah Jalani Vaksinasi Covid-19

Namun, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah melakukan lobi ke Covax AMC Engagement Group selaku badan yang mengatur pembagian vaksin.

"Jadi kita minta ibu Menlu melobi di sana saya sudah menuliskan surat ke presiden GAVI konsen mengenai penundaan pengiriman ini," ujar Budi, dalam rapat Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4/2021).

Tak hanya itu, Budi mengatakan ia sudah melobi dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Vaksin Sinopharm, Sputnik V, dan CanSino 

Pertemuan itu dilakukan mengingat vaksin AstraZeneca diproduksi perusahaan farmasi asal Inggris.

"(Agar) ia bisa mencarikan sumber lain di luar yang India untuk kita," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini Indonesia baru menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca secara gratis dari Covax/GAVI.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved